Washington,LiputanIslam.com-Amerika menuduh Korut Utama sebagai dalang utama di balik serangan cyber “Wanna Cry.” Menurut laporan Reuters, penasihat keamanan internal Donald Trump dalam artikelnya di harian Wall Street Journal menulis,”Serangan cyber ini sangat luas dan mengakibatkan kerugian milayaran dolar. Korut adalah pihak paling bertanggung jawab atas serangan ini.”

Menurut Tom Bossert, siapa pun yang merugikan Amerika, maka dia harus bertanggung jawab. Namun dia tidak merinci soal tindakan yang diambil Washington atas Pyongyang. Dia hanya menyatakan bahwa Amerika akan memberlakukan “strategi tekanan maksimal.”

Washington Post mengabarkan, statemen resmi terkait masalah ini akan dirilis pada hari Selasa ini (19/12).

Serangan virus Wanna Cry terjadi pada awal-awal tahun 2017. Serangan ini melumpuhkan aktivitas berbagai rumah sakit, bank, dan perusahaan di seluruh penjuru dunia. Virus ini dilaporkan menginfeksi lebih dari 230 ribu komputer di 150 negara dunia.

Seorang pejabat senior Trump mengatakan kepada Reuters, pemerintah Amerika sangat yakin bahwa sebuah kelompok hacker bernama “Lazarus” telah bekerja untuk pemerintah Korut dan melakukan serangan ini.

Inggris pada Oktober lalu juga merilis laporan yang mengungkapkan bahwa serangan Wanna Cry berasal dari Korut.

Korut sendiri berulang kali membantah keterlibatannya dalam serangan ini. Di lain pihak, para pakar keamanan Amerika berpendapat, Lazarus adalah pelaku peretasan Sony Pictures di tahun 2014. Serangan itu menyebabkan pihak Sony Pictures menunda perilisan film komedi tentang Kim Jong-un, pemimpin Korut. (af/irna)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL