Washington,LiputanIslam.com-Donald Trump, presiden Amerika, menyatakan bahwa negaranya telah keluar dari perjanjian internasional perubahan iklim Paris.

“Kami keluar dari Perjanjian Paris, tapi di saat yang sama, perundingan untuk kembali bergabung dengan perjanjian ini atau perjanjian baru akan segera dimulai,”kata Trump di Gedung Putih.

Menurutnya, pemerintahannya hanya akan bergabung dengan kesepakatan yang isinya menguntungkan bagi pebisnis, buruh, rakyat, dan para pembayar pajak Amerika.

Trump menegaskan, Perjanjian Paris membuat biaya hidup rakyat Amerika semakin meningkat. “Perjanjian ini menyebabkan kami kehilangan banyak lapangan pekerjaan, terutama di sektor pembuatan mobil dan selainnya,”ujarnya.

Dia mengklaim, Perjanjian Iklim Paris tidak cukup tegas terhadap China dan India.

Saat kampanye pilpres lalu, salah satu janji Trump kepada rakyat Amerika adalah keluar dari Perjanjian Paris. Dia menyatakan, dia melaksanakan janjinya demi menjaga kepentingan Amerika dan warganya.

Perjanjian Perubahan Iklim Paris ditandatangani banyak negara pada tahun 2015 lalu. Perjanjian ini dibuat guna mengurangi dampak negatif perubahan iklim dunia.

Dari total 197 negara anggota PBB, hanya dua negara, yaitu Suriah dan Nicaragua, yang tidak menandatangani kesepakatan tersebut.

Negara-negara yang menyepakati perjanjian ini memproduksi 93 persen gas rumah kaca. Mereka bertanggung jawab atas terjadinya pemanasan global di bumi. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL