Washington,LiputanIslam.com-Menteri Luar Negeri Amerika mengatakan, kini nasib presiden Suriah, Bashar Assad, ada di tangan Moskow.

Menurut laporan majalah Foreign Policy, Rex Tillerson dalam pertemuan terakhirnya dengan Antonio Guterres menyatakan, misi Amerika di Suriah terbatas pada perang melawan ISIS. Dia mengaku kepada Guterres, tujuan serangan misil pasukan Amerika di Suriah adalah mewujudkan tujuan-tujuan taktis, terutama untuk mendukung tentara Amerika dan mencegah penggunaan senjata kimia.

Foreign Policy berpendapat, pernyataan semacam ini menunjukkan bahwa Amerika telah menyerah untuk menggulingkan pemerintahan Assad. Ini adalah sebuah kemenangan politis bagi presiden Suriah tersebut.

Majalah ini juga menyatakan, sejumlah informasi yang diperoleh juga menunjukkan perubahan kebijakan Amerika soal Suriah beberapa hari sebelumnya, yaitu saat pertemuan Vladimir Putin dengan Donald Trump.

Tak Ada Pesan Politis di Desain Uang Baru Suriah

Ketua Bank Pusat Suriah menyatakan, desain baru uang kertas dua ribu lira yang memajang gambar Assad tidak mengandung pesan politis.

Dalam wawancara dengan Sputnik, Duraid Dargham mengatakan, uang kertas baru Suriah yang dipamerkan kemarin sudah dibuat sejak 2015. Namun uang tersebut baru dipublikasikan sekarang untuk membuktikan bahwa nilai mata uang Suriah tetap stabil. Dargham menegaskan, ekonomi Suriah tetap dalam kondisi baik tanpa intervensi dolar AS.

Menurut Dargham, uang kertas baru itu dicetak di Rusia dan memiliki tingkat pengamanan yang baik. af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL