Damaskus,LiputanIslam.com-Deputi menlu Suriah membantah keras tuduhan penggunaan senjata kimia yang dialamatkan kepada pemerintahnya. Faisal Miqdad menyatakan, Damaskus tidak pernah menggunakan senjata kimia, karena itu merupakan tindak kriminal di Suriah.

Menurut Miqdad, senjata kimia digunakan para teroris yang didukung Amerika. “Ketergesa-gesaan Amerika dalam menggempur bandara Shuairat adalah tanda mereka mengetahui rencana teroris menggunakan senjata kimia,”katanya.

Ia menegaskan, semua bahan kimia Suriah telah diserahkan kepada organisasi pelarangan senjata kimia. Semua senjata itu telah dimusnahkan di Barat.

Terkait penembakan jet Israel, Miqdad menyatakan, kami akan merontokkan pesawat  musuh mana pun yang terbang di angkasa Suriah.

Dia juga mengecam serangan Amerika terhadap pasukan Suriah yang tengah memerangi ISIS di timur negara tersebut. Serangan itu disebutnya sebagai tindak kriminal.

“Amerika berniat memperpanjang krisis di Suriah. Kami memiliki informasi bahwa seribu anggota ISIS telah diangkut dari Raqqa dan Deir ez-Zour,”tuturnya.

Deputi menlu Suriah menekankan, Afrin adalah bagian tak terpisahkan dari teritori negaranya. Damaskus tidak sudi kehilangan kawasan tersebut, walau hanya satu sentimeter.

“Saya tegaskan, kami akan menanggapi invasi yang dilakukan Turki ke Afrin. Saya meminta etnis Arab dan Kurdi bersatu melawan agresi Turki,”pungkas Miqdad. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*