Washington, LiputanIslam.com – Kongres Amerika Serikat (AS), Rabu (13/2/2019), mengeluarkan resolusi yang akan memaksa pemerintah untuk menarik pasukan dari Yaman dan menjadi teguran bagi aliansi Presiden Donald Trump dengan koalisi pimpinan Arab Saudi yang melakukan intervensi militer terhadap Yaman.

Pembuat undang-undang dari pihak Demokrat maupun Republik semakin gelisah atas krisis kemanusiaan di Yaman dan skeptis terhadap kemitraan AS dengan koalisi itu, terutama setelah pemerintah Arab Saudi terlibat kasus pembunuhan kolumnis Washington Post asal Saudi, Jamal Khashoggi, yang kritis terhadap keluarga kerajaan Saudi.

Hal ini menandai pertama kalinya Kongres mengandalkan Resolusi Kekuatan Perang untuk menghentikan intervensi militer, dan juga akan membentuk konfrontasi potensial dengan Gedung Putih yang mengancam akan menggunakan hak veto.

Dengan suara 248-177, Kongres menyetujui langkah itu dan mengirimkannya ke Senat yang telah mengeluarkan resolusi serupa  setahun yang lalu.

“Kita telah membantu menciptakan, dan memperburuk krisis kemanusiaan terbesar di dunia. Keterlibatan kita dalam perang ini, terus terang, sangat memalukan,” kata Barbara Lee dalam perdebatan di Kongres.

Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Kongres Eliot Engel mengatakan suara itu mewakili “kembalinya klaim Kongres atas perannya dalam kebijakan luar negeri.”

Di pihak lain, Gedung Putih menyebut resolusi Kongres itu “cacat” dengan dalih bahwa pasukan AS tidak secara langsung terlibat dalam aksi militer di Yaman.

Gedung Putih menyatakan bahwa sejak tahun 2015 AS telah memberikan dukungan kepada koalisi, termasuk di bidang intelijen dan pengisian bahan bakar di udara, tetapi tidak melibatkan pasukan dalam “persiteruan” di Yaman. (mm/ap)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*