john kerryWashington, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry, Senin (12/9/2016), menyerukan kepada semua pihak yang terlibat konflik di Suriah supaya konsisten kepada perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati oleh AS dan Rusia.

Seperti diberitakan AFP, seruan itu dinyatakan Kerry sembari mengingatkan bahwa kesepakatan ini bisa jadi merupakan kesempatan terakhir untuk menyelamatkan Suriah.
“Saya mengimbau kepada semua pihak supaya mendukung (kesepakatan) karena bisa jadi ini merupakan kesempatan terakhir yang tersedia untuk menyelamatkan Suriah yang satu,” katanya.

Kepada wartawan di Washington dia melanjutkan, “Kami yakin bahwa solusi yang sesungguhnya dan satu-satunya yang memungkinkan bagi konflik ini ialah solusi diplomatik, pada akhirnya.”

Dia mengatakan bahwa sekarang masih terlalu dini untuk memprediksi bagaimana hasil “gencatan senjata yang sudah diterapkan sejak beberapa jam lalu.”

Sementara itu, diterapkannya kesepakatan sejak Senin petang kemarin telah membuat suasana di Suriah relatif tenang lagi setelah kecamuk pertempuran berjalan selama tujuh bulan.

Dalam kesepakatan yang disebut-sebut demi kemanusiaan ini, AS antara lain meminta supaya bantuan kemanusiaan disalurkan lagi ke Aleppo yang terkepung oleh pasukan Suriah dan sekutunya.

Sebagaimana kesepakatan gencatan senjata yang diterapkan pada Februari lalu, dua kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan Jabhat al-Nusra yang belakangan berganti nama menjadi Jabhat Fateh Sham tidak masuk dalam kesepakatan gencatan senjata sehingga keduanya tetap dapat diserang kapan saja.

Observatorium Suriah untuk HAM melaporkan bahwa sebagian besar wilayah Suriah sudah tenang sejak gencatan senjata diterapkan, terutama Damaskus, Aleppo dan Idlib, sedangkan di Quneitra dan Daraa masih terdapat tembakan-tembakan mortir.

Beberapa menit sebelum dimulai gencatan senjata, Rusia menyatakan telah menghentikan serangan udaranya ke semua wilayah Suriah, kecuali di kawasan yang dikuasai kelompok-kelompok teroris.

Bersamaan dengan ini, militer Suriah menyatakan berkomitmen menerapkan gencatan senjata selama tujuh hari, namun tetap akan membalas apabila mendapat serangan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL