rusia-vs-asLondon, LiputanIslam.com –  Keterlibatan Rusia dan konflik Suriah diduga akan berpengaruh besar bagi pamor Negeri Beruang Merah ini dalam percaturan kekuatan militer dunia. Surat kabar Inggris Independent dalam laporannya mengenai kesepakatan terbaru Washington dengan Moskow di Jenewa, Swiss, mengenai konflik di Suriah menilai kesepakatan ini dapat mendongkrak lagi status Rusia sebagai negara adidaya.

“Kemitraan militer dengan Amerika Serikat (AS) akan membantu Rusia menemukan lagi statusnya sebagai adidaya yang hilang ketika Uni Soviet runtuh,… Rusia bisa menjadi adidaya lagi setelah menjalin kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) untuk menentukan sejauh mana serangan udara bersama terhadap dua kelompok ekstrim di Suriah,” tulis Independent, Senin (12/9/2016).

Disebutkan bahwa jika gencatan senjata jadi dimulai sejak terbenam matahari pada Senin (12/9/2016) dan berlangsung hingga tujuh hari kemudian, dan PBB pun dapat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada penduduk yang terjebak dalam kepungan di Aleppo maka selanjutnya Rusia dan AS akan memulai serangan militer bersamanya terhadap kelompok teroris ISIS dan Jabhah al-Nusra yang telah berganti nama menjadi Jabhat Fateh al-Sham sejak memisahkan diri jaringan al-Qaeda.

Pelaksaan prakarsa ini akan mengembalikan Rusia kepada kekuataannya yang hilang sejak runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, dan Moskow akan meminta pasukan udara Suriah menghentikan serangannya terhadap kawasan-kawasan yang dikuasai oleh kelompok-kelompok oposisi Suriah.

Menurut Independent, Rusia dan AS sama-sama ingin menjauhkan kubu oposisi itu dari kerjasama dengan kelompok-kelompok teroris, terutama Al-Nusra karena meskipun kelompok ini tidak memiliki kekuatan militer yang besar di Suriah, namun mendapat dukungan politik dari kelompok oposisi.  (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL