Teheran,LiputanIslam.com-Jubir Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan, dia tidak heran mendengar statemen tidak realistis dan monoton pejabat Amerika. Dia mengaku tahu tujuan dari pengulangan narasi serupa oleh berbagai pejabat Amerika. Hal ini disampaikan Bahram Qassemi saat menanggapi pernyataan jubir Kementerian Luar Negeri Amerika baru-baru ini.

Jubir Kemenlu Amerika, Heather Nauert, dalam jumpa pers hari Selasa (15/8) menyatakan Washington akan melanjutkan upayanya untuk menghadapi ‘ancaman Iran.’

Hal ini disampaikan Nauert saat ditanya tentang sikap parlemen Iran yang menaikkan anggaran untuk program rudal, juga ancaman Hassan Rouhani, presiden Iran, untuk menormalisasi program nuklir jika Amerika tetap melanjutkan sanksi.

Dalam jumpa pers ini, Nauert mengklaim, Amerika bertindak sesuai JCPOA. Dia menuduh tindakan Iran sebagai perusak stabilitas dan melanggar JCPOA.

“Tampaknya si pembicara tidak menghendaki adanya perdamaian, stabilitas, dan keamanan di Timur Tengah. Dia juga tidak menyukai fakta kian tergerusnya terorisme di Irak dan Suriah,”kata Qassemi.

Dia menambahkan, hendaknya Amerika bersikap realistis tentang peran tak tergantikan Iran dalam memerangi terorisme di Timur Tengah.

Menurut Qassemi, bukan hal sulit untuk membuktikan komitmen Iran terhadap teks dan ruh JCPOA. Dia menegaskan, Badan Energi Atom Internasional dan pihak-pihak terkait JCPOA berulangkali menyatakan hal ini.

“Tampaknya, jubir Kemenlu Amerika menuduh Iran melanggar ruh JCPOA demi mengalihkan perhatian dunia dari aksi provokatif Amerika terhadap Iran. Sikap dan tindakan pemerintahan baru Amerika justru jelas berlawanan dengan teks JCPOA, yaitu ‘melaksanakan kesepakatan (nuklir) dengan niat baik dan menghindari tindakan yang bisa menggagalkan kesepakatan ini,’”papar Qassemi. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL