Riyadh,LiputanIslam.com—Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir mengumumkan pada Selasa (25/7)  bahwa orang-orang Libya, Yaman, Qatar, dan Kuwait masuk ke dalam daftar kelompok teror yang harus diperangi. Pengumuman ini juga menekankan hubungan yang terjadi antara Qatar dengan aktivitas terorisme baik langsung maupun tidak langsung. Karena itu, Saudi mewajibkan negara aliansinya untuk melakukan boikot yang ketat kepada Qatar.

Komitmen yang disampaikan oleh keempat negara aliansi Saudi ini diumumkan oleh kantor berita resmi Arab Saudi (SPA). Keempat negara aliansi tersebut menetapkan sembilan komunitas (organisasi) dan individu yang terlibat dengan terorisme. Hal ini dilakukan untuk memenuhi komitmen mereka dalam memberantas terorisme dan melenyapkan sumber dana kelompok teroris, serta berperang secara serius melawan ideologi ekstremis.

Sementara itu, sembilan individu yang dimaksud adalah tiga orang Qatar, tiga orang Yaman, Dua Libya, dan Kuwait.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa “aktivitas terorisme telah dilakukan secara langsung maupun tidak langsung.”Kegiatan terorisme ini dilakukan dalam bentuk penggalangan dana untuk mendukung kelompok Jabhah al-Nusrah, dan kelompok teroris lainnya di Suriah, al-Qaedah di Yaman, serta kelompok-kelompok teror lainnya yang berada di Libya.

“Kelompok teroris di Libya telah menerima dukungan dana yang cukup besar dari pemerintah Qatar,” ungkapnya.

Empat negara aliansi termasuk Saudi telah bersepakat untuk memberantas berbagai aktivitas terorisme demi tercapainya stabilitas di kawasan teluk.

Sebelumnya, Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir telah memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Qatar pada lima Juni lalu serta memberlakukan sangsi ekonomi terhadap negara itu karena telah dianggap mendukung terorisme.

Minggu lalu, Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani menolak beberapa tuntutan yang diajukan oleh aliansi Saudi. Baginya, segala tuntutan yang diajukan sangat tidak masuk akal. Aliansi Saudi menginginkan Qatar menutup pangkalan militer Turki yang ada di negara itu, menutup stasiun televisi al-Jazeera, serta memutuskan hubungannya dengan Iran. (fd/alalam)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL