Aleppo, LiputanIslam.com — Lebih dari tiga minggu terakhir, Hizbullah absen dari Aleppo selatan. Menurut The Arab Source (4/12/2015), tentu saja, kehadiran Hizbullah sangat dinanti-nanti oleh Tentara Arab Suriah (SAA) karena di kawasan ini, mereka harus menahan serangan besar-besaran dari kawanan teroris Harakat Ahrar al-Sham, Harakat Nouriddeen al-Zinki, dan Jabhat al-Nusra.

Namun awal pekan ini, bala bantuan datang berupa Tank T-90 dari Rusia. Selain itu, pasukan SAA dari Divisi Mekanik 4 dan Hizbullah bergabung kembali di Aleppo.

Lalu pada Jumat pagi, Divisi Mekanik 4, Hizbullah, NDF, juga Kata’ib Hizbullah (paramiliter Irak), Harakat al-Nujaba (paramiliter Irak), dan Firqa Fatiyyemoun (paramiliter Iran-Afghanistan), memukul balik teroris Ahrar al-Sham dan Harakat Al-Nouriddeen Zinki, dan berhasil merebut Tal Al-Baraqa, Tal Dadeen, dan Tal Ja’eera.

Menyusul perebutan desa-desa tersebut, SAA kembali melancarkan serangan ke Tal ‘Arba’een, dan berhasil merebut wilayah yang sebelumnya dikontrol oleh Jaysh Al-Islam dan Liwaa Suqour Al-Sham.

Dengan kembalinya Hizbullah, SAA siap untuk melakukan operasi militer untuk merebut ICADRA, yang kini dijadikan kamp militer (sebelum konflik adalah sekolah pertanian) yang terletak di jalan raya Aleppo-Damaskus. Jika kawasan ini berhasil direbut, maka kawanan teroris ini akan kehilangan sumber utama suplai mereka. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL