Manama,LiputanIslam.com-Gerakan Islam Bahrain, al-Wafa, mengutuk keras sikap menlu negara ini terkait agresi Rezim Zionis ke wilayah Suriah.

Melalui statemen yang dirilis Jumat (11/5), al-Wafa menyatakan bahwa rezim Al Khalifa telah mengumumkan keterpisahannya dari urusan dan problem umat Islam.

“Usai normalisasi hubungan dengan Rezim Zionis secara terbuka, kemudian pernyataan menlu Al Khalifa bahwa isu Palestina merupakan prioritas kedua dan tidak perlunya berselisih dengan Amerika terkait hal ini,kali dia (menlu Bahrain) kembali mendukung Israel dan agresinya ke Suriah,”demikian yang tertera dalam statemen al-Wafa.

“Level tiadanya rasa malu politik dan keantekan rezim Bahrain untuk Israel telah melampaui batas toleransi. Rezim ini telah berada di garis terdepan negara-negara antek Zionis di kawasan.”

Gerakan Islam al-Wafa menegaskan, sikap politik rezim Bahrain terhadap Israel menyingkap adanya krisis antara penguasa negara ini dengan rakyatnya, juga menunjukkan substansi rezim yang tak memiliki kaitan sama sekali dengan negara, bangsa, dan budaya Bahrain.

“Pernyataan pejabat Al Khalifa dalam mendukung Rezim Zionis membuktikan legalitas dan kebenaran revolusi rakyat Bahrain melawan pemerintah ini,”lanjut al-Wafa.

Khalid bin Ahmad Al Khalifa dalam tweet-nya pada hari Kamis (10/5) menyebut serangan rudal Israel ke Suriah sebagai “bentuk pembelaan diri.”

“Selama Iran mengacaukan stabilitas regional, Rezim Zionis berhak untuk menghancurkan sumber-sumber bahaya yang mengancamnya,”ujar Khalid.

Ayoob Kara, menteri komunikasi Israel, menyebut statemen Khalid sebagai dukungan bersejarah Manama terhadap Tel Aviv. Kara mengklaim, langkah ini pertanda terbentuknya aliansi baru di Timteng yang diupayakan oleh Netanyahu. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL