Riyadh,LiputanIslam.com-Harian al-Quds al-Arabi menganalisis konferensi Liga Arab baru-baru ini. Harian ini menyebut bahwa melindungi bangsa Arab dari bahaya adalah salah satu prinsip dibentuknya organisasi ini. Namun kini Saudi dan sekutunya praktis menjadi biang kerok ketidakamanan di kawasan.

Iran adalah salah satu topik bahasan utama dalam pertemuan Liga Arab, yang secara langsung atau tidak langsung disebut-sebut dalam sejumlah butir resolusi.

KTT ke-29 Liga Arab diselenggarakan pada Minggu (15/4) di kota Dhahran, Arab Saudi.

Menurut al-Quds al-Arabi, kendati Palestina dikesankan sebagai topik utama KTT dan para petinggi Arab menegaskan al-Quds sebagai ibukota Palestina, namun seperti biasa, kejahatan Israel atas rakyat Palestina diabaikan. Tak satu pun hadirin yang menyinggung terbunuhnya 35 warga Palestina dan terlukanya ratusan orang lain dalam sejumlah bentrokan terakhir.

Harian terbitan London ini mengungkap kontradiksi kebijakan Saudi terkait Palestina. Dari satu sisi, Raja Salman menyebut dirinya sebagai penyeru bantuan untuk Palestina dan mengungkit bantuan 200 juta dolarnya ke Kantor Wakaf Islam di al-Quds. Namun di sisi lain, anaknya justru menempuh jalur cepat untuk menjalin hubungan dengan Rezim Zionis, bahkan menganggap Israel berhak memiliki tanah air sendiri.

“Opini umum Arab menyebut organisasi ini hanya sebagai ajang pidato dan statemen. Mereka berpendapat, tak satu pun pihak yang berkomitmen untuk menjalankan resolusi KTT. Oleh karena itu, pembelaan terhadap Palestina hanya sebuah slogan dan tak lebih dari sebuah sandiwara,”tulis al-Quds al-Arabi.

Sebagai tuan rumah KTT, Saudi disebut mengabaikan sama sekali masalah blokade Qatar. Menurut harian ini, Saudi sepantasnya mengakhiri blokade atas tetangga terdekatnya, sehingga delegasi Qatar tidak perlu memasuki Saudi melalui Yordania.

Al-Quds al-Arabi mengingatkan, meski masalah-masalah ini terlihat sepele, namun secara tidak langsung mengirim pesan bahwa para penguasa Arab telah tunduk di hadapan AS dan Zionis. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*