Beirut, LiputanIslam.com — Pemblokiran terhadap siaran dari saluran televisi Al Manar oleh satelit Nilesat dan Arabsat, disebut sebagai hal yang tidak adil dan sarat muatan politis. Pelarangan ini disebut hanya membuktikan dendam yang nyata rezim Saudi kepada Hizbullah.

“Adanya pelarangan terhadap siaran televisi Al Manar tidak mempengaruhi posisi kita yang terang benderang. Juga tidak akan mampu mencegah Al Manar untuk mengekspresikan keyakinan dan kebebasan berpendapat,” terang blok Loyalty to Resistance di Parlemen, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan dalam pertemuan yang dipimpin oleh anggota Parlemen Lebanon, Mohammad Raad.

“Pemerintah Lebanon harus menunaikan tugasnya untuk memberikan kembali hak-hak Al Manar untuk melakukan penyiaran dan untuk menjamin kebebasan media,” tambah pernyataan tersebut, seperti dilansir Al Manar (15/4/2016).

“Tekanan yang diberikan oleh rezim Saudi selama pertemuan di KTT Islam dengan pandangan yang merugikan reputasi Hizbullah, mengisyaratkan bahwa pemerintah Lebanon tegas berhadapan dengan mereka, karena Hizbullah adalah komponen kunci dari pemerintah dan negara Lebanon.

Mereka juga mengecam agresi militer Israel atas Palestina yang luput dari perhatian media dan tokoh-tokoh politik di kawasan.

Seperti diketahui, televisi Al Manar diblokir oleh satelit Arabsat pada 4 Desember 2015. Pada tanggal 5 April 2016, Nilesat menyusul melakukan pemblokiran terhadap Al Manar. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL