Doha,LiputanIslam.com-Berdasarkan investigasi yang dilakukan al-Jazeera, stasiun televisi ini menyatakan bahwa tim siber yang meretas kantor berita Qatar pada 24 Mei 2017 lalu berasal dari sebuah departemen Saudi di Riyadh. Tim inilah yang memublikasikan hoax-hoax yang dikaitkan kepada amir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani.

Peretasan kantor berita Qatar dan publikasi statemen yang dinisbatkan kepada amir Qatar adalah bunga api pertama yang menyalakan krisis terbesar dalam sejarah negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC).

Investigasi al-Jazeera disebut berhasil mendapatkan info terperinci tentang perangkat-perangkat yang digunakan tim siber Saudi untuk meretas kantor berita Qatar.

Menurut hasil penelitian ini, sebuah perusahaan palsu UEA di Azerbaijan mengontak tiga perusahaan keamanan situs asal Turki. Tiga perusahaan ini diminta untuk memeriksa sejumlah situs, termasuk situs kantor berita Qatar, guna menemukan celah-celah keamanan dan mencari solusinya.

Begitu mendapatkan informasi terkait celah-celah keamanan situs-situs tersebut, perusahaan UEA itu segera mengakhiri aktivitasnya di Azerbaijan pada tahun 2016. Setelah itu mereka membocorkan celah-celah tersebut kepada tim siber Saudi.

Berbarengan dengan diretasnya situs kantor berita Qatar, sebuah tim dari fakultas komputer Qatar menemukan bahwa para pemblokade Doha (Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir) pada hari tersebut atau beberapa hari sebelumnya, telah membuat sekira 187 laman baru di Twitter dan merilis beberapa hashtag untuk menyerang Qatar.

Abdul Aziz Ishaq, penulis dan tokoh media Qatar, mengatakan bahwa investigasi al-Jazeera membuktikan bahwa Muhammad bin Salman mengetahui konspirasi atas Qatar saat ia melawat ke Doha (sebelum Qatar diblokade).

Menurutnya, perilaku Saudi mengingatkan pada upaya kudeta di Qatar pada tahun 1996 lalu. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*