Doha,LiputanIslam.com—Media milik Qatar, al-Jazeera, mengatakan pada Senin (7/8) bahwa mereka akan melawan keputusan Israel untuk membungkam media al-Jazeera di Yerussalem. Al-Jazeera menyebut keputusan Israel ini merupakan serangan atas jurnalisme independen.

“Kebijakan Israel ini dilakukan untuk “memberangus dan membungkam” aktivitas jurnalisme,” ucap koresponden senior al-Jazeera, Jamal El-Shyal, kepada Reuters dalam sebuah wawancara yang berlangsung di London.

Israel menyatakan pada Senin (7/8) bahwa mereka berencana untuk mencabut izin jurnalis stasiun TV al-Jazeera dan menutup jaringan al-Jazeera yang berada di Yerussalem.

Aksi penutupan ini tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Seorang pejabat Israel, yang namanya dirahasiakan, mengatakan bahwa mereka masih perlu untuk menempuh jalur hukum atas kebijakan ini.

Para jurnalis yang bekerja untuk al-Jazeera di wilayah Israel mengatakan bahwa mereka tidak hendak melawan kebijakan ini dalam waktu dekat.

Bulan lalu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan melalui akun face book-nya bahwa Israel akan menutup beberapa kantor berita yang ada di Israel. Menurutnya, media tersebut telah menghasut orang untuk melakukan aksi kekerasan di Yerussalem.

Keputusan Israel ini, semakin membuat Qatar tertekan. Sebab sebelumnya, Arab Saudi dan beberapa negara aliansinya telah memutus hubungan diplomatik dan komersial pada negara ini. (fd/NRT)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL