Sanaa,LiputanIslam.com-Muhammad Ali al-Houthi (ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman) dalam konferensi pers menyatakan, pihaknya meminta PBB untuk mendukung hak-hak para tawanan Yaman, menyusul kegagalan Palang Merah dalam hal ini.

Menurutnya, koalisi Saudi menjadikan larangan terbang di bandara internasional Sanaa sebagai senjata untuk menambah derita rakyat Yaman.

“Penentangan musuh terhadap kesepakatan penukaran tawanan Yaman (yang sakit dan menderita luka), membuktikan bahwa koalisi Saudi-AS ini adalah teroris,”kata al-Houthi, Minggu (20/1).

Dia menegaskan, penerbangan harian pesawat-pesawat PBB dan lembaga-lembaga terkait di bandara Sanaa membantah klaim musuh bahwa Yaman menggunakan bandara itu untuk menerbangkan pesawat-pesawat nirawak.

Meski pasukan Yaman telah bersiap untuk melakukan penukaran tawanan, pihak koalisi Saudi tidak berkomitmen pada janji-janji mereka terkait masalah ini.

Abdul Qadir al-Murtadha (ketua Komite Nasional Tawanan Yaman) baru-baru ini menyatakan, pihak agresor tidak serius melakukan pertukaran tawanan. Dia menuding mereka selalu melanggar kesepakatan terkait para tawanan ini. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*