Baghdad,LiputanIslam.com-Kelompok relawan Irak, al-Hashd al-Shaabi, bereaksi keras atas sebutan “teroris” yang disematkan Kemenlu Amerika kepada wakil panglimanya, Abu Mahdi al-Muhandis.

Juru bicara al-Hashd al-Shaabi, Ahmad al-Asadi, dalam wawancara dengan Baghdad al-Yaum mengatakan, statemen kemenlu Amerika ini adalah penghinaan terhadap sebuah lembaga keamanan Irak. Dia menyatakan, pihaknya menanti respon tegas kemenlu Irak atas penghinaan ini.

“Al-Muhandis adalah kebanggaan dan simbol rakyat Irak. Dia salah satu perwira penting dalam memerangi ISIS. Semua warga Irak tahu peran besarnya dalam membebaskan wilayah Irak dari ISIS,”papar al-Asadi.

Juru bicara kemenlu Amerika pada Kamis malam (26/10) ditanya tentang peran al-Muhandis dalam peristiwa Kirkuk dan pencantuman namanya dalam daftar teroris kementerian keuangan Amerika sejak 2009. Heather Nauret menjawab,”Ya, dia adalah seorang teroris. Ini adalah yang saat ini bisa kami katakan tentang dirinya.”

Ini bukan kali pertama kemenlu Amerika menghina relawan Irak ini. Tillerson dalam kunjungannya ke Saudi pada Minggu (22/10) menyebut relawan al-Hashd al-Shaabi sebagai ‘milisi Iran.’ Dia meminta agar mereka segera meninggalkan Irak dan kembali ke Iran setelah memerangi ISIS.

Haider Abadi menanggapi ucapan Tillerson dengan menyebut al-Hashd al-Shaabi sebagai pahlawan nasional Irak. Komandan al-Shaabi juga menuntut Tillerson untuk meminta maaf atas pernyataan kurang ajarnya.

Sekjen Ashaib al-Haq, Qais al-Khazali, mengatakan kepada Tillerson bahwa Amerika-lah yang harus menarik pasukannya dari Irak. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL