Beirut,LiputanIslam.com-Kantor PM Lebanon membantah kabar bahwa Beirut menolak bantuan senjata dari Moskow. Kantor Saad al-Hariri menyatakan, Lebanon telah menyatakan persetujuannya secara resmi ke pihak Rusia. Rencananya, hadiah senjata itu akan diberikan kepada aparat kepolisian negara tersebut.

Sebelum ini, harian al-Akhbar pada Senin (26/11) memberitakan bahwa Lebanon menolak bantuan senilai 5 juta dolar dari Rusia tersebut atas tekanan dari AS.

Menurut al-Akhbar, beberapa hari sebelum peringatan hari kemerdekaan Lebanon (22 November), pemerintah negara ini mengirim surat resmi ke divisi militer kedubes Rusia di Beirut terkait penolakan bantuan senjata Moskow.

Beirut berdalih, bantuan senjata dari Rusia tidak memiliki kecocokan teknis dengan senjata-senjata yang digunakan tentara Lebanon.

Namun, al-Akhbar mengklaim, penyebab utamanya lebih bersifat politis ketimbang teknis.

“Sudah jelas bagi siapa pun, baik di Lebanon atau Moskow, bahwa AS-lah yang melarang Lebanon menjalin kerjasama militer dengan Rusia. Tapi di Lebanon ada pihak-pihak yang menuruti kehendak AS tanpa penentangan,”tulis harian tersebut.

Al-Akhbar mengingatkan, tentara Lebanon memiliki puluhan ribu senapan AK-47 dan senapan mesir jarak menengah PKS. Dengan demikian, Lebanon membutuhkan logistik dan komponen senjata yang akan dihadiahkan Rusia.

AS adalah pemasok terbesar senjata untuk tentara Lebanon. Menurut para pengamat, dalam memberikan pasokan senjata ke Lebanon, AS selalu berusaha agar Israel tetap mengungguli Lebanon.

Meski demikian, dalam beberapa dekade terakhir, dengan meningkatnya kemampuan militer dan persenjataan kelompok perlawanan Lebanon (Hizbullah), daya pertahanan negara ini terus meningkat di hadapan Rezim Zionis. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*