Baghdad,LiputanIslam.com-Jumat (5/5) kantor Haider al-Abadi, Perdana Menteri Irak, merilis pernyataan untuk menanggapi rumor bertahannya militer Amerika di Irak. Al-Abadi menegaskan, tidak ada pasukan militer asing yang berada di negaranya.

Dalam surat pernyataan ini disebutkan,”Sejumlah media internasional dan lokal memberitakan kesepakatan Irak dan Amerika untuk mempertahankan keberadaan militer Amerika di Irak sampai ISIS dikalahkan. Namun kami menegaskan, tidak ada pasukan militer asing di Irak. Jadi, tidak ada perundingan apakah mereka akan dipertahankan atau tidak.”

Menurut kantor PM Irak, pihak asing yang berada di Irak hanyalah instruktur dan konsultan militer dari beberapa negara. “Pemerintah Irak tidak pernah berunding dengan negara manapun terkait aktifitas dan peran militer asing pasca kekalahan terorisme,”demikian yang dinyatakan kantor al-Abadi.

Kantor ini juga menegaskan,”Kemenangan hanya diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan warga Irak. Pemerintah Irak memiliki program untuk meningkatkan skill pasukan keamanan melalui pendidikan persenjataan. Dengan demikian, negara akan lebih siap menghadapi tantangan-tantangan yang ada di hadapannya.”

Sebelum ini, media-media Amerika mengklaim bahwa Washington dan Baghdad sedang berunding untuk mempertahankan keberadaan militer Amerika pasca kekalahan ISIS. Kedua negara diklaim telah sepakat soal keberadaan jangka panjang militer Amerika di Irak. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL