Riyadh,LiputanIslam.com-Loujain al-Hathloul, salah satu aktivis politik Saudi yang tengah dipenjara, menolak syarat pembebasan yang ditawarkan pemerintah Riyadh kepadanya.

Menurut keluarga Loujain, pemerintah Saudi menawarkan akan membebaskannya dari penjara, dengan syarat ia mencabut tuduhan penyiksaan dan pelecehan seksual yang dialaminya di penjara.

Baca: Bara’ah di Arafah dan The Not-To-Do-List

Dilansir dari Russia al-Youm, Walid al-Hathloul (saudara Loujain) melalui akun Twitter-nya menyatakan, aparat keamanan Saudi menemui saudarinya di penjara al-Haer dan memintanya menandatangani sebuah dokumen. Berdasarkan dokumen itu, Loujain akan tampil di sebuah acara televisi dan membantah klaim penyiksaan serta pelecehan seksual yang ia alami. Jika setuju, maka Loujain akan dibebaskan dari tahanan.

Loujain (30 tahun) ditahan tahun lalu bersama sejumlah aktivis wanita di bidang media dan hukum. Dia dan para tahanan wanita lain menyatakan, mereka mengalami penyiksaan dan pelecehan seksual saat diinterogasi.

Menurut Walid, awalnya dia menyetujui tawaran di atas dan tampil di hadapan kamera. Lina al-Hathloul (saudari Loujain) dalam akun Twitter-nya mencuit, apa pun kesepakatan yang terjalin, dia tetap akan bersaksi bahwa saudarinya disiksa dan dilecehkan selama berada dalam tahanan. (af/alalam)

Baca Juga:

Oxfam: Sejak 2018, 1.000 Anak di Yaman Jadi Korban Agresi Saudi

Pompeo dan Bin Salman Bahas Penguatan Keamanan Maritim

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*