Manama,LiputanIslam.com-Seorang aktivis hukum Bahrain menyatakan, rezim Al Khalifa secara terang-terangan telah melanggar HAM di negara tersebut.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi al-Alam, Ibrahim Sarhan mengatakan, boikot pemilu Bahrain adalah kewajiban syar`i. Semua kelompok, baik pendukung atau penentang rezim Al Khalifa, harus memboikotnya.

“Berdasarkan pengalaman kelompok al-Wifaq dalam pemilu Bahrain sejak 2002 hingga 2006, semua pemilu ini adalah kebohongan semata. Sama sekali tak ada pengaruhnya di pentas politik Bahrain,”sambungnya.

Menurut Sarhan, rezim yang berkuasa di Bahrain mengendalikan semua pemilu di negara tersebut.

Parlemen Bahrain, kata Sarhan, tidak memiliki wewenang dan pada hakikatnya, hanya merupakan alat di tangan Al Khalifa demi meraih tujuan.

“Diboikotnya pemilu oleh para penentang akan membuat legalitas parlemen diragukan. Ketika pihak oposisi tidak hadir di parlemen, perangkat legislatif akan kehilangan kekuatannya,”tandas Sarhan.

Senada dengan Sarhan, Jawad Abdul Wahhab, seorang jurnalis Bahrain, juga menyatakan, keikutsertaan oposisi dalam pemilu-pemilu legislatif lalu menunjukkan, parlemen Bahrain tidak menghargai kehendak rakyat sama sekali.

“Manfaat dari pemboikotan pemilu Bahrain adalah dunia bisa mendengar suara penentang rezim Al Khalifa,”terang Abdul Wahhab.

Menurutnya, rezim Al Khalifa akan mengintervensi langsung pemilu-pemilu dan semuanya hanya merupakan sandiwara belaka. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*