Manama,LiputanIslam.com-Bahrain melarang seorang aktivis HAM anti-Israel masuk negara ini guna menghadiri pertemuan tahunan FIFA.

Omar Shakir, manajer divisi Israel-Palestina di HRW (Human Rights Watch) mengatakan, ia terlunta-lunta di bandara Manama selama 18 jam sebelum akhirnya dipaksa meninggalkan Bahrain.

Menurut warga AS keturunan Irak ini, awalnya ia berharap dapat masuk Bahrain karena biasanya warga AS mudah mendapatkan visa masuk di bandara-bandara negara Arab ini.

Dalam keterangannya kepada AFP, setelah diketahui bahwa ia anggota HRW dan datang untuk menghadiri pertemuan FIFA, pihak berwenang tidak memberinya visa.

Menurut Shakir, mulanya ia diberitahu bahwa namanya tidak terdaftar sebagai peserta dalam pertemuan FIFA. Namun setelah itu, ia dikabari bahwa badan-badan keamanan Bahrain memutuskan untuk tidak memberinya visa.

AFP melaporkan, para pejabat Bahrain di bandara negara ini kerap memberikan visa bagi kebanyakan warga negara-negara Barat. Namun setelah dimulainya kebangkitan rakyat tahun 2011, para jurnalis dan aktivis HAM dilarang masuk ke negara ini.

Shakir mengaku, tujuannya menghadiri pertemuan FIFA adalah untuk melarang dilangsungkannya pertandingan tim sepakbola Israel di kota-kota pemukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat.

Lebih dari 170 klub sepakbola dan badan olahraga Palestina pada 4 Mei lalu mengirim surat kepada FIFA. Mereka meminta agar keanggotaan Israel di FIFA dibekukan lantaran tujuh klub Israel melakukan aktifitas di pemukiman-pemukiman ilegal Yahudi. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL