Abu Dhabi,LiputanIslam.com—Seorang aktivis HAM di Uni Emirat Arab (UEA) terpaksa harus mendekam di dalam penjara selama satu tahun dan tidak diberikan akses pengacara sebelum persidangan. Malangnya, aktivis yang bernama Ahmed Mansoor ini, juga mendapatkan denda senilai satu juta dirham atau sekitar 272.000 $ dan harus mengalami tiga tahun masa percobaan setelah nantinya dibebaskan. Pemerintah UEA menuduh unggahan Mansoor di medsos itu telah menganggu keharmonisan di UEA.

Melalui akun twitter dan Facebooknya, Mansoor dianggap telah menyebarkan informasi hoax yang menyebabkan terjadinya perpecahan di UEA. Tindakan pemerintah UEA ini mendapatkan kecaman keras dari beberapa organisasi HAM, seperti Human Right Watch. Mereka menganggap penangkapan yang dilakukan kepada Ahmed Mansoor, seorang aktivis HAM terkemuka di UEA, hanyalah sikap anti kritik yang ditunjukkan oleh pemerintah . Pemerintah UEA takut dengan gagasan-gagasan orisinil yang diberikan oleh seorang reformis, seperti Mansoor.

Ahmeed Mansoor adalah seorang aktivis yang pernah mendapatkan penghargaan Martin Ennals Award pada 2015 karena jasanya yang besar dalam menegakkan HAM. (fd/DW)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*