Sana’a,LiputanIslam.com—Lebih dari 50.000 anak-anak di Yaman terancam meninggal dunia akhir tahun ini, akibat wabah penyakit dan kelaparan yang disebabkan oleh perang di negara itu. Seruan “Save the Children” sudah dikumandangkan sebagai bentuk kekhawatiran atas kejadian ini.

Tujuh juta orang sedang menderita kelaparan di Yaman, di saat negara itu tengah dilanda wabah kolera terburuk dalam sejarah masyarakat modern.

Direktur Save the Children’s Country for Yemen mengatakan bahwa sekitar 130 anak-anak di Yaman meningal setiap hari dan diperkirakan sekitar 400.000 anak akan membutuhkan penanganan mal-nutrisi akut.

“Ini adalah kematian yang tidak masuk akal, sebab pada dasarnya kematian ini bisa dicegah,” ucap direktur tersebut.

“Di Yaman, dari hari ke hari, seratus ibu berduka atas kematian seorang anak,” lanjutnya.

Nadhira, anak berusia 18 bulan dari Bani Qais di daerah Hajja, sebelah utara Yaman, sedang menderita mal-nutrisi akut dan penyakit pernafasan. Ibunya menyimpan pendapatan keluarga selama tiga hari hanya untuk membawa Nadhira ke Kota Hajja untuk memperoleh perawatan. Namun kondisi Nadhira semakin memburuk setelah kedua orang tuanya tidak mampu membeli obat-obatan.

“Saya khawatir dengan makanan dan obat-obatan untuk keluarga apabila mereka jatuh sakit. Saya ingin anak saya tetap hidup: dialah perhatian terbesar saya saat ini. Saya berharap agar anak saya segera sembuh dari penyakitnya,” ucap Shaika, ibu Nadhira.

Direktur lembaga sosial tersebut telah memperingatkan bahwa angka kematian akibat kelaparan dan penyakit akan terus meningkat. Situasi mengerikan semacam ini telah diciptakan oleh pemerintah Arab Saudi dengan cara memblokade akses keluar masuk Yaman.

Blokade Arab Saudi telah menutup jalur masuk pelabuhan Dodeidah dan Saleef, begitu juga dengan pandara di Ibu Kota Sana’a yang selama ini menjadi perantara masuknya makanan dan bantuan lainnya.(fd/independent)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL