Al-Quds,LiputanIslam.com-Sejumlah analis berpendapat, PLO kini berusaha mendekati Rusia, menyusul kebijakan terakhir Amerika terkait al-Quds dan pemutusan hubungan organisasi dengan Washington. Kunjungan Mahmoud Abbas ke Moskow dipandang sebagai bagian dari upaya tersebut.

Abbas dalam pertemuannya dengan Vladimir Putin berbincang tentang situasi konflik Palestina-Israel. Ia menyatakan,”Keputusan Trump untuk memindahkan kedubes AS ke al-Quds ibarat tamparan di wajah kami.”

Dia mengaku, sejak Trump terpilih sebagai presiden, mereka telah bertemu sebanyak empat kali. Trump, kata Abbas, mengklaim memiliki solusi untuk mengakhiri konflik Palestina-Israel.

“Namun tiba-tiba Washington memutuskan untuk menutup kantor perwakilan PLO di AS. Kami pun menyatakan bahwa konsulat AS di al-Quds akan ditutup,”ujar Abbas.

Trump pada 6 Desember 2017 secara resmi mengakui al-Quds sebagai ibukota Israel. Dia menyatakan, kedubes AS akan dipindahkan ke kota Palestina tersebut. Rencana pemindahan itu sendiri telah disahkan Kongres AS sejak 23 Oktober 1995. Namun sebelum Trump, tak ada presiden AS yang merealisasikannya.

Riyadh al-Maliki, menlu Palestina, menyebut kunjungan Abbas sangat memuaskan. “Kami mendengar banyak ide dan solusi dari presiden Rusia. Kami akan serius melaksanakan ide-ide tersebut,”ujar al-Maliki.

Palestina juga dikabarkan mengundang para ulama Rusia untuk menghadiri konferensi Baitul Muqaddas yang akan diadakan April mendatang. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*