Afrin,LiputanIslam.com-Kantor berita AFP melaporkan, elemen-elemen FSA (Free Syrian Army) menjarah rumah dan toko-toko di Afrin setelah menduduki kota tersebut.

Para milisi yang disokong Turki ini memasuki rumah, toko, dan restoran di Afrin, kemudian menjarah bahan makanan, alat elektronik, selimut, dan barang-barang lain.

Barang-barang jarahan ini lalu dimuat ke atas  mobil dan truk, kemudian dibawa pergi keluar Afrin.

Turki dan FSA mulai menggempur basis-basis kelompok Kurdi YPG melalui darat dan udara sejak 20 Januari lalu. Kebanyakan warga kota berpenduduk 350 ribu itu telah meninggalkan Afrin untuk menyelamatkan diri.

Menurut kelompok yang menamakan dirinya “Pengawas HAM Suriah”, yang bermarkas di London, menyatakan, milisi FSA menjarah harta pribadi, toko-toko, dan pusat politik-militer di Afrin.

Seorang warga Afrin berkata kepada AFP, dia melihat anggota FSA menjarah toko-toko, sedangkan sebagian lainnya mencuri mobil-mobil yang tengah diparkir.

Seorang jurnalis AFP melaporkan, sebagian dari milisi tersebut membakar toko-toko.

Pemerintah Damaskus sendiri menyebut operasi militer Turki di Afrin dan utara Suriah sebagai bentuk invasi. Damaskus menuntut agar tentara Turki segera angkat kaki dari wilayah Suriah.

Dunia internasional sendiri berulangkali mengecam pelanggaran kedaulatan Suriah yang dilakukan Turki. Bahkan hal ini sendiri memicu perselisihan internal di dalam negeri Turki. Hingga kini, lebih dari seribu penentang operasi militer Afrin telah ditangkap pemerintah Turki. (af/alalam/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*