Ramallah,LiputanIslam.com-Meski sempat menyatakan penolakan untuk berunding dengan Rezim Zionis, ketua PLO di Paris mengumumkan kesediaannya untuk berdialog dengan Tel Aviv.

Hal ini disampaikan Mahmoud Abbas dalam konferensi pers bersama Emmanuel Macron, di istana kepresidenan Prancis, Jumat (21/9).

“Kami siap berunding secara terbuka atau tertutup dengan Israel, tentu dengan mediasi komite internasional.”kata Abbas.

Komite internasional ini mencakup AS, Rusia, PBB, dan Uni Eropa. Komite ini dibentuk pada tahun 2007 guna memediasi proses perdamaian Palestina-Israel di Madrid, Spanyol.

Abbas juga mengklaim bahwa “pihak Palestina tidak pernah menolak perundingan (dengan Israel).” Dia mengaku, Netanyahu-lah yang selalu menunda-nunda perundingan tersebut.

Abbas menyatakan kesediaannya untuk berunding dengan Israel, padahal sebelum ini, tepatnya di pertemuan tahunan ke-28 Dewan Pusat PLO di Ramallah, ia sempat memerintahkan penundaan perundingan damai dengan Israel.

Keputusan ini diambil setelah Donald Trump secara resmi mengakui al-Quds sebagai ibukota Israel.

Dengan adanya penolakan PLO untuk berunding dengan Rezim Zionis, AS mengumumkan pencabutan bantuan dana untuk organisasi tersebut.

Washington bukan hanya menghentikan bantuan untuk PLO saja. Sekitar dua pekan lalu Gedung Putih menyatakan penghentian bantuan untuk UNRWA. Keputusan AS ini memicu kecaman dari banyak negara dan lembaga-lembaga internasional. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*