Ramallah,LiputanIslam.com-Rapat Dewan Revolusi Fatah dilangsungkan sore hari Senin (5/3) secara tertutup di Ramallah. Demikian dilansir kantor berita Tasnim, mengutip dari Rai al-Youm.

Menurut Rai al-Youm, Mahmoud Abbas, pemimpin PLO, dalam rapat itu tampak putus asa dan tak bersemangat. Juga terlihat tanda-tanda penyakit seperti bengkak dan keletihan di wajahnya.

Rapat Dewan Revolusi Fatah diadakan di balik pintu tertutup atas instruksi dari Abbas sendiri.

Sumber-sumber Rai al-Youm menyatakan, Abbas dalam rapat itu berkata bahwa mungkin itu adalah rapat terakhirnya bersama Fatah.

Dia menegaskan penentangannya terhadap kesepakatan yang disebut “Perjanjian Abad Ini” (pengakuan al-Quds sebagai ibukota Israel). “Saya tidak akan mengakhiri hidup dengan berkhianat,”ujarnya.

“Kita hanya menerima al-Quds sebagai ibukota Palestina. Saya bukan anggota Fatah yang bersedia mundur dari prinsip-prinsipnya,”tambah Abbas.

Dalam bagian lain pidatonya, Abbas menyatakan bahwa kelompok Hamas telah membuatnya kesal dan jemu. “Saya tidak tahu, apakah Hamas menginginkan Iran, atau menghendaki rekonsiliasi dengan kita (Fatah),”katanya. (af/alalam/tasnim)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*