Washington,LiputanIslam.com-New York Times melaporkan, lebih dari 90 ilmuwan nuklir terkemuka Amerika menghendaki agar pemerintahan mereka menjaga kesepakatan nuklir Iran (JCPOA).

Melalui surat yang ditujukan kepada Kongres Amerika, para ilmuwan ini meminta Kongres mengambil tindakan yang memastikan Washington tidak keluar dari JCPOA.

Surat tersebut dinyatakan berasal dari para ilmuwan yang mengetahui ilmu fisika, teknologi nuklir, dan misil jarak jauh. Mereka berpendapat, tujuan Donald Trump yang mengusulkan negosiasi baru terkait JCPOA “tidak realistis.”

Salah satu ilmuwan yang menandatangani surat tersebut adalah Richard L. Garwin. Aktivitasnya di awal dekade 1950 berujung pada pembuatan bom hidrogen pertama. Tiga pemenang Nobel Fisika 2017 juga dikabarkan turut menandatangani surat tersebut.

Sebelum ini, 25 mantan menlu dari berbagai negara, termasuk Madelain Albright (mantan menlu AS), mengirim surat senada kepada Kongres Amerika agar Washington tetap bertahan dalam JCPOA.

Sejauh ini, Trump belum mampu keluar dari JCPOA lantaran dukungan internasional agar kesepakatan ini tetap dijaga.

Hasil jajak pendapat terbaru di Amerika menunjukkan, 75 persen warga AS mendukung JCPOA, sedangkan 54 persen menghendaki kontak diplomatik dengan Iran. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL