Tehran,LiputanIslam.com—Tujuh organisasi HAM merilis laporan tentang pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Bahrain. Pelanggaran itu berupa penyiksaan terhadap tahanan politik. Mereka menyeru HAM PBB agar mengambil tindakan cepat untuk menghentikan rezim al-Khalifa yang tidak manusiawi itu.

Berdasarkan laporan TV Lualua, stasiun TV berbahasa Arab, tujuh organisasi HAM tersebut telah meminta UNHRC agar segera mengerahkan dua petugas khusus ke Bahrain untuk mengatasi kasus-kasus penyiksaan dan perlakukan kasar terhadap tahanan.

Laporan tersebut menguraikan berbagai kasus penyiksaan di penjara Bahrain, pengakuan paksa, penganiayaan aktivis politik yang ditahan, sekaligus meminta para anggota UNHRC untuk menghentikan progra keuangan dan pelatihan militer bagi pasukan keamanan rezim Manama, sampai pemerintah Bahrain berjalan sesuai dengan norma-norma hak asasi manusia internasional.

Sejumlah organisasi yang menyusun laporan ini di antaranya adalah Bahrain Institute for Right and Democracy, Bahrain Centre for Human Rights (BCHR) Bahrain Human Rights Watch, and European-Bahrain Organization for Human Rights (EBOHR), dan organisasi lainnya.

Berdasarkan laporan yang dirilis oleh BCHR pada Februari 2016, pemerintah Manama menahan 1300 demonstran anti-rezim dan aktivis, termasuk 187 anak-anak.

Pada tahun 2016, pengadilan Bahrain mengeluarkan 91 hukuman seumur hidup dan 4 hukuman mati, ditambah lagi dengan 204 kewarganegaraan warga Bahrain yang dicabut.

Tindakan kekerasan ini berhasil menghilangkan banyak nyawa dan banyak lainnya telah ditangkap. (fd/Tasnim)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL