Damaskus,LiputanIslam.com—Beberapa waktu lalu, Amerika melalui ucapan Presiden AS, Donald Trump, bersumpah akan melakukan serangan ke Suriah pasca dugaan penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah ke sarang kelompok pemberontak di Kota Douma.

Sementara itu, aliansi utama Presiden Suriah, berjanji akan melakukan serangan balasan jika Pentagon benar-benar melancarkan serangannya ke Suriah.

Terkait kejadian ini, para pakar mencoba untuk menerka beberapa hal penting yang mungkin terjadi

  1. Senjata Jenis Apa yang Mungkin Digunakan AS?

Lawrence Korb, mantan asisten sekretaris pertahanan As, menyampaikan bahwa militer Amerika mungkin akan menggunakan rudal Tomahawk.

Sebelumnya, Amerika pernah menggunakan rudal jenis ini untuk menyerang Suriah atas dugaan penggunaan senjata kimia di Provinsi Idlib. Waktu itu, Pentagon mengumumkan 59 rudal yang ditembakkan dari dua kapal perang Amerika di Laut Mediterania. Sembilan anggota militer Suriah dinyatakan meninggal dunia akibat sernagan ini.

“Tomahawk mungkin akan digunakan kembali.” Ucap analis tersebut.

Sementara itu, pakar militer dan keamanan di Azerbaijan, Fuad Shahbazov, mengatakan bahwa beberapa sumber menyebutkan Amerika telah mengoperasikan beberapa rudalnya di laut Merah dan Mediterania. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan militer Amerika akan melakukan serangan melalui udara. Sebab, Amerika memiliki banyak pangkalan udara yang tersebar di beberapa negara teluk.

  1. Apa yang Akan Ditargetkan Militer AS?

Berdasarkan atas analisa Shahbazov, kemungkinan besar serangan AS akan menyasar komando militer Suriah dan mengambil alih markas militernya.

Tetapi, bagaimanapun juga, Pentagon tidak suka membocorkan rencana mereka sampai eksekusi berhasil dilakukan.

  1. Untuk Apa Serangan itu Dilakukan?

Berdasarkan atas klaim Amerika, tujuan utama serangan ke Suriah adalah untuk menghentikan penggunaan senjata kimia. Tetapi, belum ada kepastian apakan Amerika benar-benar mengetahui secara pasti adanya senjata kimia di Suriah.

“Jika kita tau dimana senjata kimia itu disembunyikan, barulah kita bisa menghancurkannya. Jika mereka (Amerika) mengetahui posisi senjata kimia itu, mengapa mereka tidak menghancurkannya dari dulu? Saya meragukan adanya senjata kimia seperti yang diduga oleh Barat. Jadi, target sebenarnya rencana serangan Amerika adalah militer Suriah,” ucapnya.

Meski begitu, Ashraf menduga Amerika mungkin akan menjauhkan kapal perangnya dari jangkauan militer Suriah.

  1. Apa Tindakan yang Mungkin Dilakukan Rusia?

Rusia, melalui Menhannya telah memperingatkan agar Amerika mengurungkan niatnya menyerang Suriah.

“Respon yang akan diberikan Rusia akan melibatkan serangan rudal ke arah pasukan dan militer Amerika,” ucap Menhan tersebut.

Jika dalam serangan pada April 2017 lalu, Rusia sempat mengingatkan warga Suriah akan serangan yang mungkin dilakukan AS ke Suriah. Tetapi, saat ini, peringatan serupa nampaknya tidak diberikan oleh Rusia.

  1. Apa Jenis Sistem Anti-Rudal yang Akan Digunakan Moskow? Mungkinkah Moskow Bisa Menghalang Serangan AS?

Shahbazov mengatakan bahwa sistem anti-rudal Rusia di Suriah, Gladiator S300, telah beroperasi sejak akhir 2016 silam. Tetapi tetap ada kemungkinan Rusia akan menggunakan sistem anti-rudal modern tipe S400 yang juga telah beroperasi lebih dari satu tahun. Sistem ini mungkin akan menjadi hambatan utama seluruh jenis jet tempur modern. Tapi hingga saat ini, Rusia masih belum menggunakan sistem ini di Suriah. (fd/Al-Jazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL