Gaza,LiputanIslam.com-Merespon gencatan senjata antara Palestina dan Rezim Zionis, Avigdor Lieberman akhirnya mengumumkan pengunduran diri dari jabatan menteri perang.

Perselisihan antara Lieberman dan Benyamin Netanyahu sudah berlangsung lama. Dengan adanya serangan balasan pejuang Palestina terhadap agresi Israel dan kegagalan Tel Aviv menghadapinya, yang kemudian berujung pada gencatan senjata, pertikaian antara kedua orang ini semakin mengemuka. Hingga akhirnya menjadi santapan media dengan pernyataan pengunduran diri Lieberman pada hari ini, Rabu (14/11).

Lieberman mengaku, dia mundur lantaran kabinet Israel menyepakai gencatan senjata dan masuknya uang-uang Qatar melalui perbatasan Gaza.

Pengunduran diri Lieberman menunjukkan ketidakbecusannya dan Iron Dome dalam menghadang serangan balasan pejuang Palestina selama beberapa hari terakhir, juga mengungkap bobroknya manajemen Lieberman dan kerapuhan sistem keamanan Israel.

Dengan mundurnya menteri perang Israel di hadapan heroisme kelompok perlawanan Palestina, kini para syekh-syekh Arab harus menjawab pertanyaan dari Umat Islam di dunia, bahwa kenapa di saat Israel sangat terancam dari arah utara dan selatan, para syekh-syekh ini tetap saling berlomba-lomba menormalisasi hubungan mereka dengan Tel Aviv?

Sekira 400 rudal yang ditembakkan Palestina telah berujung pada pengunduran diri menteri terpenting dalam kabinet Israel. Pertanyaannya, selain semangat juang kelompok perlawanan Palestina, seberapa besar dukungan Dunia Islam yang dibutuhkan Palestina untuk melenyapkan Israel?

Pada saat ini, mitos superioritas Israel kian memudar. Perselisihan internal Rezim Zionis juga semakin mengemuka. Keluarnya Lieberman dari kabinet berarti kekalahan koalisi, dan kekalahan koalisi ini berarti sebuah pertanda bahwa mungkin tak butuh waktu lama untuk kejatuhan Netanyahu dan pemerintahannya. (af/alalam)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*