ISIS-ilustrasiBerlin, LiputanIslam.com — Badan Intelejen Jerman (MAD) meyakini setidaknya ada 29 orang mantan tentara Jerman yang bergabung dengan kelompok teroris takfiri Islamic State of Irak and Syria (ISIS) di Timur Tengah. Laporan internal juga mengungkap ada 65 tentara aktif yang disinyalir merupakan simpatisan teroris.

Menurut DPA News Agency, yang dikutip Al Alam (14/4/2016), MAD telah melakukan investigasi kepada 320 orang yang dicurigai terlibat dalam kasus ekstremis sejak tahun 2007.

Untuk itu, Menteri Pertahanan Jerman menginginkan agar MAD melakukan langkah yang signifikan untuk mencegah agar jangan sampai ada oknum ekstremis yang menyusup ke dalam tentara Jerman.

Saat ini, hanya yang bergabung dengan divisi yang sensitif/ rahasia di kemiliteran yang diberlakukan cek latar belakang, sedangkan untuk tentara biasa tidak ada proses serupa itu.

“Selayaknya pasukan petempur, The Bundeswehr bisa menarik minat ekstremis yang ingin mendapatkan latihan bersenjata. Namun sepanjang pengetahuan saya, masih sangat jauh kemungkinan bagi ekstremis yang tidak tersistem untuk menyusup ke dalam militer,” terang Bartels.

MAD juga memperingatkan tentang kemungkinan adanya serangan di masa mendatang di Jerman dari imigran yang berdatangan.

“ISIS berharap bisa melakukan serangan terhadap Jerman dan kepentingan Jerman. Propaganda ISIS untuk menyerang kota di Jerman telah disebutkan, setelah mereka berhasil melakukan serangan di Paris dan Brussels. Target sebelumnya merupakan serangan dalam skala besar,” papar Kepala Federal Office for the Protection of the Constitution, Hans-Georg Maassen, kepada harian Die Walt.

Maassen mengingatkan bahwa tempat-tempat publik sangat potensial menjadi target serangan. Ia menekankan bahwa pihaknya telah melihat berulang kali melihat bahwa warga negara Jerman yang kembali dari Suriah memiliki rencana untuk melakukan serangan di Jerman. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL