kurdiAnkara, LiputanIslam.com – Setidaknya ada 279 milisi dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), telah tewas dalam operasi anti-PKK yang dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Turki di Diyarbakir. Seperti diketahui, Turki telah memasukkan PKK sebagai kelompok teroris.

Media Turki, yang dikutip oleh FNA (12/3/2016) menyebutkan bahwa Ankara telah mengakhiri operasi anti-terorisme di Diyarbakir, yang berpenduduk Kurdi, terutama di distrik Sur yang merupakan jantung kota.

“Operasi anti-teroris di Sur selesai. 279 anggota organisasi teroris telah tewas, 206 barikade telah dibongkar, 365 alat peledak telah dijinakkan, dan 504 senjata, lebih dari 48.000 amunisi, 10 radio dan 3,47 kilogram [6.61 pounds] bahan peledak telah disita,” ujar pejabat berwenang Turki.

Bentrokan yang parah antara Angkatan Bersenjata Turki vs PKK berjalan secara sporadis sejak adanya serangan teror pada bulan Juli di kota Suruc, yang telah menewaskan lebih dari 30 orang, dan sebagaian besar diantaranya adalah orang Kurdi. Setelah serangan itu, pihak Kurdi menyerang 2 orang polisi Turki hingga tewas. Sebagai balasan, Ankara pun menyatakan akan melakukan operasi militer untuk memerangi PKK.

Pada bulan November, Ankara meluncurkan serangan di Diyarbakir. Jam malam mulai berlaku pada bulan berikutnya seiring dengan meningkatnya kekerasan antara militan yang melawan tentara Turki.

Etnis Kurdi merupakan salah satu etnis tua, yang saat ini menetap di wilayah Turki, Iran, Irak dan Suriah. Di Turki, etnis Kurdi berusaha untuk membentuk negara independen. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL