Rakhine,LiputanIslam.com—Para petugas keamanan di perairan Bangladesh menemukan 16 mayat warga Rohingya yang tenggelam di perairan Bangladesh, pada Kamis (31/8). Para korban diduga merupakan para pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari kepungan tentara Myanmar. Sebelumnya, tentara telah melakukan pembantaian terhadap warga Muslim Rohingya dan memaksa 18.500 orang untuk pergi meninggalkan negara itu.

Para pejabat Bangladesh mengatakan bahwa orang-orang Rohingya banyak yang terpaksa menyeberangi sungai Naf, sebuah sungai yang menjadi pembatas antara Myanmar dan Bangladesh. Namun, karena aliran sungai yang deras, banyak orang-orang Rohingya, baik itu anak-anak maupun perempuan, tidak mampu melewati sungai dan akhirnya tenggelam.

Organisasi Internasional untuk Migrasi mengatakan pada Rabu (30/8) bahwa setidaknya 18.500 orang Rohingya telah ‘terpaksa’ pergi meninggal kampung halaman mereka di Rakhine, Myanmar, menuju Bangladesh sejak enam hari lalu.

Na’asnya, beberapa orang gagal menyeberang dan tenggelam. Para Rabu (30/8), empat jenazah perempuan dan anak-anak ditemukan tenggelam oleh para petugas keamanan Bangladesh, setelah perahu yang mereka tumpangi terbalik.

Sementara itu, para petugas daerah setempat mengatakan bahwa sebuah perahu yang membawa orang-orang Rohingya terbalik dan 16 orang meninggal dunia.

“Kami menemukan 16 jenazah pagi ini, dan telah kami evakuasi ke tepi kali,” ucapnya.

Sungai Naf merupakan sungai perbatasan yang tidak terlalu lebar untuk diseberangi. Namun, akibat kejaran tentara Myanmar yang begitu masif dan kuatnya patroli petugas keamanan di perbatasan Bangladesh, para pengungsi Rohingya pun terpaksa menyeberangi wilayah sungai yang lebih luas atau bahkan pergi ke laut, hanya untuk menyelamatkan nyawa mereka. (fd/alalam)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL