Sa’ada,LiputanIslam.com—Agresi militer Arab Saudi atas Yaman kembali memakan korban. Serangan yang terjadi pada Selasa (23/1) di Provinsi Sa’ada Yaman ini telah menyebabkan 13 warga sipil Yaman meninggal dunia dan tiga orang terluka. Sementara itu, dua korban jiwa lainnya meninggal dalam serangan yang dilangsungkan di perkampungan al-Safra, Provinsi Sa’ada.

Sebelumnya aliansi militer pimpinan Arab Saudi telah melancarkan serangan berkali-kali di Yaman. Tujuannya adalah untuk menghancurkan kelompok Houthi Yaman dan menegakkan kembali kepemimpinan rekan Arab Saudi, Abd Rabbuh Mansur Hadi. Hingga kini, Arab Saudi masih belum berhasil mewujudkan tujuan-tujuan tersebut.

Agresi militer di Yaman telah menyebabkan rusaknya berbagai fasilitas umum di negara itu, seperti: sekolah, rumah sakit, pasar, dan infrastruktur pemerintah lainnya. Minimnya pelayanan publik disertai dengan kekacauan yang ada justru menimbulkan krisis baru di Yaman. Seperti wabah kolera dan difteri. Oleh PBB, wabah kolera dan difteri yang menimpa anak-anak Yaman merupakan wabah terburuk yang pernah terjadi di dunia.

Meski telah dikecam oleh pemerintah dunia, akibat banyaknya korban sipil yang berguguran, otoritas Arab Saudi justru mengabaikan kecaman tersebut dan melanjutkan agresi militernya. Sejak Maret 2015 hingga detik ini, Yaman masih dilanda kekacauan dan peperangan yang tak kunjung usai.

Minggu Lalu, Human Right Watch (HRW) menyebutkan bahwa Arab Saudi beserta aliansi militernya telah menyerang wilayah-wilayah padat penduduk di Yaman serta menggunakan senjata-senjata yang disuplai Barat untuk menggempur negara miskin itu.

Salah satu organisasi HAM yang berbasis di New York meminta PBB untuk memjatuhkan sangsi terhadap para pemimpin militer Arab Saudi, termasuk Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang bertangggung jawab atas berbagai bentuk kekejaman perang di Yaman.(fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL