Irak,LiputanIslam.com—Salah satu pilot pesawat udara Iraq mengatakan bahwa koalisi serangan udara yang dipimpin oleh AS di Mosul Barat telah merenggut 13 nyawa warga sipil.

Berdasarkan atas laporan yang diumumkan oleh Kantor Anadolu pada Kamis bahwa serangan AS ditujukan kepada beberapa rumah warga sipil di daerah perumahan al-Yarmuk. Padahal wilayah ini baru saja dibebaskan dari cengkraman kelompok teroris Daesh.

“Serangan tersebut juga menyebabkan 17 orang terluka, kebanyakan terluka parah,” ucap pilot Iraq tersebut.

Korban sipil terakhir meninggal beberapa hari setelah tiga anggota keluarga di Irak terbunuh oleh serangan udara AS di kota tersebut.

Amerika dan sekutunya telah menginvansi Irak melalui serangan udaranya sejak Juni 2014 untuk menghabisi kelompok teroris. Penggerebekan yang telah dilakukan untuk mengusir kelompok teroris, justru mengakibatkan terbunuhnya banyak warga sipil dan rusaknya infrastruktur negara itu.

Pada Maret 2017, stasiun televisi Iraq yang berbahasa Kurdi, Rudaw, melaporkan bahwa 237 orang telah meninggal karena serangan udara yang dilakukan oleh koalisi pimpinan AS kepada kelompok Daesh di Mosul Barat.

Bulan lalu, Amnesti Internasional menyuarakan sejumlah warga sipil yang tewas akibat serangan yang terjadi di Mosul. Amnesti menyarankan agar AS beserta koalisinya berhenti melakukan serangannya untuk menghindari jatuhnya korban seperti ini.

PBB juga menyatakan “keprihatinan yang mendalam” atas meningkatnya jumlah korban sipil di kota Iraq. PBB meminta semuah pihak yang terlibat dalam operasi anti-teror di negara itu untuk tidak menggunakan sembarang senjata. (fd/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL