Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Direktur Moderate Muslim Society Zuhairi Misrawi mengungkapkan bahwa paham yang dianut oleh ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sangat berbahaya, baik bagi bangsa Indonesia maupun bagi umat manusia. Oleh karena itu, menurutnya wajar jika HTI mendapatkan penolakan keras dari masyarakat.

“Hizbut Tahrir mempunyai klaim teologis bahwa barangsiapa tidak menerapkan khilafah, ia berdosa besar,” ujar Zuhairi pada Seminar Kebangsaan yang digelar Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Timur, di gedung PBNU Jakarta, pada Senin (10/7).

Zuhairi menjelaskan, bahwa predikat dosa besar yang disematkan tersebut berbahaya karena bisa menimbulkan kekacauan di masyarakat. Seolah-olah mayoritas umat Islam di Indonesia telah melakukan kesalahan mendasar padahal khilafah tidak masuk dalam diktum rukun Islam maupun rukun iman. “Yang disasar Hizbut Tahrir adalah jantungnya Indonesia. Pancasila mereka kafir-kafirkan,” ucapnya.

Ia juga menerangkan tentang kitab pegangan HTI, Muqaddimah ad-Dustur yang memvonis negara yang tidak menerapkan khilafah sebagai negara kafir. Dengan demikian, Indonesia yang menganut sistem demokrasi dan berasas Pancasila bagi HTI adalah negara kafir. Tapi sayangnya, tambah Zuhairi, HTI tak pernah jujur tentang klaim teologis tersebut dan bersikap seolah-olah mereka tidak memusuhi Pancasila.

Pada kesempatan itu, Zuhairi mengungkapkan bahwa HTI pantas dibubarkan bukan saja karena tidak sehaluan dengan konstitusi tapi juga karena ideologinya yang mudah menuduh kafir baik kepada non-Muslim maupun Muslim. Menurutnya, HTI juga berpotensi menjadi gerakan teroris bila dibiarkan. Hanya saja, Zuhairi berharap, upaya pembubaran mesti tetap memperhatikan mekanisme hukum yang berlaku di Indonesia. (Ar/NU Online)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL