Makassar, LiputanIslam.com –Ceramah pendakwah asal India Zakir Naik soal penegakan hukum di Arab Saudi mendapatkan tanggapan beragam dari netizen. Sebagian besar tanggapan bernada miring, karena menganggap pernyataan Zakir itu berlawanan dengan fakta penegakan hukum di Arab Saudi.

Zakir mengakhiri lawatannya ke Indonesia dengan menyampaikan orasi bertema Quran and Modern Sains di Baruga AP Pettarani Universitas Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Senin 10 April 2017. Di sela ceramah, Zakir memuji-muji Arab Saudi rendah sebagai negara dengan angka kriminalitas sangat rendah. Menurutnya, situasi ini merupakan akibat dari ditegakkannya hukum Islam di Arab Saudi.

Zakir Naik juga membandingkan angka kriminalitas di Arab Saudi itu dengan angka kriminalitas di AS. Zakir Naik mengatakan, sebagai negara maju, Amerika Serikat justru berhadapan dengan sangat tingginya angka kriminalitas yang membuat kehidupan di sana sangat tidak nyaman. “Semenit saja, tindakan kriminal itu terjadi di AS. Kita sudah tiga jam di sini, sekitar 50 kasus pemerkosaan terjadi di AS,” kata Zakir.

Zakir lalu menyatakan bahwa hal itu berbanding terbalik dengan situasi di Arab Saudi di mana angka kriminalnya sangat rendah. “Kenapa Arab paling sedikit tindakan kriminal? Karena mereka berlakukan hukumIslam,” ucap dia. Kalau saja Arab Saudi menghentikan hukum Islam maka akan banyak terjadi tindakan kriminal.

Pernyataan Zakir tersebut mengundang reaksi beragam dari netizen, yang umumnya mempertanyakan dasar penilaian yang digunakan. Sebagaimana yang bisa dilihat pada komentar atas berita tersebut di tempo online, sebagian netizen menyoroti soal sangat tingginya angka kekerasan dan pelecehan terhadap TKW asal Indonesia. Ada juga yang menyoroti soal keterlibatan pemerintah Arab Saudi dalam pembentukan kelompok-kelompok teroris semisal Al-Qaeda dan ISIS. Ada juga yang sinis dengan keterlibatan Riyadh dalam perang di Yaman yang menyebabkan melayangnya ribuan nyawa warga sipil.

Sikap kritis lainnya ditunjukkan oleh netizen dengan mengemukakan bahwa angka kriminalitas terendah di dunia justru dimiliki oleh negara “kafir” seperti Jepang dan Belanda. Artinya, netizen menyoroti sikap tidak fair Zakir yang hanya menjadikan Amerika sebagai perbandingan.

Sementara itu, ada juga menyatakan bahwa yang rendah itu bukan fakta kasus kriminalitasnya, melainkan pemberitaan mengenai kasus-kasus kriminalitas itu. Maksudnya, angka kriminalitas di Arab Saudi tinggi, dan hal tersebut bisa dilacak dari berbagai indikator. Akan tetapi, karena pers tidak bebas memberitakan, fakta-fakta tersebut tidak sampai terungkap.

Meskipun demikian, ada juga netizen yang membela pernyataan Zakir Naik, dengan menyatakan bahwa yang disampaikan oleh Zakir tak lebih merupakan upaya untuk menegakkan ajaran dan hukum Islam.

Zakir Naik adalah pendakwah yang memiliki kedekatan dengan pemerintah Arab Saudi. Tahun 2015 lalu, Zakir mendapatkan penghargaan The King Faisal International Prize dari pemerintah Arab Saudi karena dianggap berjasa untuk Islam. Untuk itu, Zakir mendapatkan hadiah sebesar 200.00 US Dollar (sekitar Rp 2,6 Milyar).  (ot)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL