indonesiaJakarta, LiputanIslam.com — Penolakan atas rencana kedatangan Syaikh Muhammad Tawhidi yang mengaku sebagai ‘ulama’ Syiah terus bergulir. Muhammad al Jawy, membuat petisi di Change.org untuk menggalang dukungan dari seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama mencekal pihak-pihak yang provokatif dan meresahkan.

“Indonesia adalah tempat para pemeluk agama yang cinta damai, yang bisa saling menghargai antar agama, dan antar madzhab. Mayoritas penduduk Indonesia adalah warga muslim Sunni yang selama ini sangat toleran kepada madzhab dan penganut agama lain,” tulis Muhammad al Jawy dalam petisinya.

Dia melanjutkan, “Pada tanggal 2-4 Oktober 2015 ini, dijadwalkan akan ada tokoh Syiah ekstrem dari Australia bernama Syaikh M Tawhidi yang akan mengisi acara Eidul Ghadir (hari raya ke-3 madzhab Syiah, setelah Idul Fitri dan Idul Adha) di Jakarta. Sayangnya M Tawhidi menghina negeri ini dengan menyebut nama negeri ini sebagai Indoneshia, bukan Indonesia. Dia menulis ‘They all spelt it wrong. Since I’m coming, its IndoneShia not Indonesia. Get it right please.’

Menurut Muhammad al Jawy, pernyataan Syaikh Tawhidi adalah penghinaan yang tidak bisa diterima.

“Nama negeri ini sejak didirikan, dan yang tertera dalam konstitusi kita adalah Indonesia, bukan Indoneshia, yang seolah negeri ini adalah negeri Shia (Syiah). Hal ini juga sekaligus membuat luka bagi bangsa Indonesia, khususnya mayoritas ummat Islam Indonesia yang notebene adalah Ahlusunnah (Sunni).”

“M Tawhidi dalam kicauannya membuktikan bahwa dia adalah penghina para sahabat dan istri Nabi, dimana sahabat dan istri Nabi di Indonesia adalah tokoh yang amat dihormati dan disegani. Sehingga kedatangan M Tawhidi ini dikuatirkan akan menimbulkan konflik horizontal seperti yang terjadi di Suriah atau Irak,” tambahnya.

Saat petisi ini dibuat, M Tawhidi telah menghapus tulisan-tulisannya di Twitter, namun kicauannya tersebut telah di screenshoot dan dipulikasi di tautan ini dan di sini.

“Dalam hal ini kami meminta kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia untuk mencekal kedatangan M Tawhidi ke Indonesia, sekaligus mencari pihak pengundang dan meminta pertanggungjawaban mereka,” tuntutnya.

“Kami warga Indonesia hanya ingin Indonesia selalu damai, tidak ada konflik yang diimpor ke negeri ini. Kami tidak ingin Indonesia mengikuti nasib Suriah ataupun Irak yang hancur negerinya karena menjadi tempat perang akibat provokasi dari pihak-pihak yang mengancam kedamaian di negeri ini,” tutup dia.

Lampiran:
Tweeter M Tawhidi: https://twitter.com/Tawhidicom
Facebook M Tawhidi: https://www.facebook.com/Tawhidiofficial/timeline

Petisi ini dibuat pada Rabu, (30/9/2015) sekitar pukul 20.00 WIB, dan baru  mendapatkan 169 tandatangan. Dukung kedamaian di Indonesia, tolak pihak manapun yang mengobarkan kebencian sekterian dengan  menandatangani petisi ini di Change.org. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL