Sumber: kompas.com

Tangerang, LiputanIslam.com– Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Yudi Latif mengatakan bahwa pendidikan kewarganegaraan dan pancasila akan diberikan secara berjenjang dari tingkat Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas. Menurutnya, di tingkat dasar lebih pada pembelajaran laku hidup Pancasila seperti budaya antri, kalau ada orang bicara harus didengar dan lain sebagainya.

”Pendidikan dasar kita tidak memiliki basis misi yang jelas. Semua mata pelajaran ingin diberikan sehingga menjadi beban kurikulum yang luar biasa,” ucapnya pada acara wisuda mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Sabtu (2/12).

Menurut Yudi, semestinya pendidikan pada anak-anak lebih lebih pada pembentukan karakter, bukan seperti selama ini yang semuanya harus diberikan. “Padahal yang penting adalah meningkatkan minat baca pada anak, memberi kemampuan menulis dan belajar menghitung. Namanya juga pendidikan dasar,” ungkapnya.

Demikian juga pada perguruan tinggi, lanjut dia, bahwa sistem pengajaran agar tidak hanya mengejar kecerdasan pribadi atau personal setiap mahasiswa. Sebab, mencapai kecerdasan pribadi tidak akan melahirkan kemajuan dan kemakmuran yang optimal kalau tidak diperkuat dengan kemampuan mengembangkan kecerdasan kekeluargaan.

“Universitas tidak bisa lagi menyamaratakan sumber dayanya menjadi satu kategori kecerdasan. Karena sumber daya tersebut akan menjadi sumber daya terbarukan yang akan menimbulkan inovasi yang siap bersaing di dunia internasional,” tambahnya.

Sementara Rektor UMN, Ninok Leksono menegaskan bahwa Pancasila adalah landasan yang harus dijadikan pegangan dan pedoman. Karena Pancasila merupakan falsafah hidup berbangsa dan bernegara. “Insan cendikia yang ideal untuk Indonesia adalah mereka yang menghayati dan mengamalkan kelima sila Pancasila. Dengan itu lah diharapkan alumni UMN tidak saja unggul dalam bidang ilmu dan profesinya, tetapi selaras dengan masyarakatnya,” serunya.

Ia juga berpesan kepada alumnus UMN untuk terus menyalakan jiwa dan semangat Pancasila dalam karir dan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. “Dengan berpegang pada nilai-nilai Pancasila, saya berharap wisudawan tidak tercerabut dari akar kebangsaannya. Sekalipun mungkin ada yang berkarir di luar negeri,” ucap Ninok. (Ar/Kompas/MI).

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL