Sumber: kabare.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Cendekiawan muda pemikir keislaman dan kenegaraan, Yudi latif mengatakan bahwa saat ini ada suatu kelompok yang menganggap partai sebagai tujuan berpolitik. Menurutnya, hal itu merupakan suatu kesalahan dalam berpikir dan bersikap. Sebab, partai seharusnya bukan dijadikan tujuan melainkan sebagai sarana.

“Partai hanya sarana bukan tujuan. Kalau kita mensucikan partai berarti kita menuhankan kesalahan. Sekalipun itu partai Islam. Karena pusat loyalitas itu bukan pada partai Islam tetapi pada subtansi nilai Islam,” ucapnya pada acara Haul Ke-13 Nurcholis Madjid (Cak Nur) yang mengangkat tema “Politisasi Agama: Membaca Kembali ‘Islam Yes, Partai Islam No’” di Menara 165, Jakarta, pada Selasa (28/8).

Menurut Yudi, saat ini mulai muncul kembali isu politik identitas keagamaan sebagai ciri satu umat tertentu. Padahal apa yang ada di dalam Pancasila sudah sesuai dengan nilai-nilai Islam. Terlebih, pandangan Islam terkait toleransi dan politik jalan tengah yang terhimpun di dalam sila pertama Pancasila.

“Hendak semua orang bertuhan dengan cara masing-masing yang lapang dan toleran,” katanya.

Sementara terkait pencatutan namanya dalam sebuah tulisan di media, dalam akun facebooknya Yudi menegaskan bahwa dirinya tidak memihak salah satu kubu politik pada Pilpres 2019 mendatang. Yudi menyatakan bahwa dirinya hanya berpihak kepada Pancasila.

“Berhubung nama/karya saya mulai dicatut (dimanfaatkan) untuk saling serang dalam kontestasi politik, pernyataan otentik perlu saya tegaskan. Bahwa saya tidak memihak salah satu kubu politik. Saya hanya memihak Pancasila,” tulisnya di akun facebook, pada Rabu (29/8).

Yudi menyatakan bahwa dirinya akan mendukung kubu yang perbuatan dan programnya sejalan dengan Pancasila. “Kubu mana pun kalau perbuatan dan programnya sejalan dengan Pancasila akan saya dukung; bila bertentangan saya tak akan segan melancarkan kritik,” tegasnya. (ar/rmol/metrotv).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*