Sumber: nu.or.id

Madura, LiputanIslam.com– Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid menyatakan bahwa perempuan merupakan tiang negara. Bila perempuannya baik, maka suatu negara juga akan baik. Yenny mengaku, hal itulah yang membuat dirinya  berinisiatif untuk membuat Gerakan Perempuan Untuk Perdamaian.

“Karena maqolah ulama menyebutkan, Annisa ‘imadul bilad, idzasholuhat sholuhal bilad, Perempuan itu tiang negara, bila perempuannya baik maka negaranya juga akan baik,” ujarnya saat merayakan Hari Perdamaian Internasional di Pondok Pesantren Annuqayah, desa Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur, seperti dilansir NU Online, pada Rabu (11/10).

Pada awal sambutannya, Yenny mengungkapkan bahwa acara tersebut berangkat dari keinginan untuk meningkatkan harkat dan martabat perempuan di dunia. Ia juga menyampaikan rasa bangganya pada perempuan Indonesia.

“Ketika UN Women menghubungi kami untuk membuat kegiatan perayaan hari perdamaian dunia yang melibatkan kelompok perempuan di masyarakat kami langsung berpikir bahwa Madura adalah daerah yang paling pas, karena perempuan Madura dikenal sebagai pribadi yang ulet dan pekerja keras, serta religius dan senang bergotong royong,” ucapnya.

Yenny menjelaskan, selama ini para kiai telah berjuang di garda terdepan untuk menciptakan ketenteraman dan kedamaian di bumi nusantara. Tentu dibelakangnya terdapat peran ibu Nyai yang luar biasa dan turut serta dalam perjuangan tersebut.

Para perempuan juga, lanjutnya, akan dibekali dengan kemampuan untuk menerapkan nilai-nilai perdamaian dilingkungannya masing-masing. Sehingga dengan demikian tidak mudah terpancing oleh provokasi orang-orang yang ingin menciptakan konflik ditengah-tengah masyarakat. (Ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL