Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membonceng motor Babinsa di Kalteng (foto:Kompas)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membonceng motor Babinsa di Kalteng (foto:Kompas)

Bogor, LiputanIslam.com – Kementrian Pertanian (Kementan) diberikan target swasembada pangan yang harus dicapai dalam waktu tiga tahun. Untuk itu, Kementan mengambil langkah-langkah strategis, termasuk dengan melibatkan sejumlah mahasiswa fakultas pertanian dalam rangka percepatan terwujudnya swasembada pangan.

“Kami akan membentuk Pemuda Tani Indonesia yang menggiring para mahasiswa yang sudah lulus ini turun ke pertanian,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam pertemuan dengan Dekan, STTP dan BEM Fakultas Pertanian seluruh Indonesia di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ia mengatakan akan ada sekitar 8.500 mahasiswa dari seluruh Indonesia yang akan dilibatkan dalam program Pemuda Tani tersebut. Mereka memiliki tugas untuk menghidupkan lahan-lahan pertanian dan menggerakkan produksi agar hasilnya meningkat.

“Awalnya dibentuk kelompok, masing-masing diberi bantuan alat mesin pertanian lengkap satu paket ada traktor, mesin tanam dan mesin panen, benih serta bibit,” katanya, seperti dilansir Antara, 23 April 2015.

Tugas Pemuda Tani Indonesia nantinya hampir sama seperti Gambungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang sudah ada saat ini. Yang bergerak adalah alumni fakultas pertanian, dan dibimbing oleh para dekan.

Amran melanjutkan, bahwa sasaran kegiatan Pemuda Tani adalah bergerak mengelola lahan pertanian dari lahan tidur menjadi lahan produktif. Menurutnya, pola ini sudah berjalan di Yogyakarta, para alumni pertanian sudah turun ke lapangan. Semantara itu, mahasiswa yang ada saat ini baru disiapkan menjadi inkubator untuk selanjutnya setelah lulus dapat menjadi Pemuda Tani Indonesia.

“Kegiatan ini juga untuk menjawab pertanyaan mahasiswa, kenapa alumni pertanian tidak mau kembali ke pertanian. Pemuda Tani Indonesia menjadi jawabannya agar alumni-alumni fakultas pertanian dapat kembali memajukan petani. Mahasiswa baru yang ada saat ini sebagai inkubator yang harus disiapkan dan dikenalkan dari sekarang,” katanya.

Selain Pemuda Tani Indonesia, Kementerian Pertanian juga akan menggulirkan program kawasan terpadu produksi bahan pangan atau “food estate” pada 2016 mendatang dalam rangka mencapai swasembada pangan.

Rencananya kawasan tersebut akan dibangun di Pulau Kalimantan dengan luas sekitar 500 ribu hektar yang akan ditanami tanaman pangan seperti padi, kedelai, jagung dan tebu.

“Program Food Estate ini menggunakan model baru, dimana plasmanya minimal 40 persen. Akan disharing” dengan BUMN, bisa juga swasta. Yang jelas harus melibatkan masyarakat,” katanya.

Kementerian Pertanian juga melakukan berbagai perbaikan dan pembenahan terhadap saluran  irigasi yang 52 persen telah rusak, penyaluran benih dan pupuk, serta ketersediaan alat mesin pertanian dan penyuluh. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL