Sumber: detik.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto mengatakan bahwa Presiden Jokowi merupakan sosok yang selalu menjaga persatuan. Beliau merupakan pemimpin untuk semua dan menyerukan agar kita semua selalu memelihara persatuan dan kesatuan bangsa.

“Sebagai Presiden, beliau selalu mengajak kita semua untuk mempersatukan negeri ini, memelihara persatuan. Karena persatuan negeri ini merupakan persyaratan mutlak untuk kita bisa membangun,” ucapnya di hotel JS Luwansa, Jakarta, pada Senin (8/4).

Menurut Wiranto, Jokowi sering menyerukan soal persatuan. Sehingga, tidak mungkin dia membawa unsur perpecahan. “Berkali-kali beliau menyampaikan bahwa ayo kita bersatu, bersatu sebagai bangsa. Ini warisan dari para pendahulu kita, ini juga persyaratan negara kita untuk maju,” katanya.

“Maka tidak mungkin, pada saat kontes ini (Pemilu), beliau mengingkari itu, pada saat ini beliau selalu merangkul semua komponen bangsa untuk tidak menggunakan politik identitas. Kan berbahaya, apakah agama, apakah suku, apakah profesi, semua di mata hukum punya hak yang sama untuk melakukan Pemilu ya,” tandasnya.

Seperti dilansir detik.com pada Minggu (7/4) kemarin, ada surat SBY yang ditujukan kepada Ketua Wanhor PD Amir Syamsuddin, Waketum PD Syarief Hasan dan Sekjen PD Hinca Panjaitan. Dalam suarat itu, SBY tidak ingin pemimpin yang dipilih dalam pilpres merupakan hasil dari politik identitas.

“Pemilihan Presiden yang segera akan dilakukan ini adalah untuk memilih pemimpin bangsa, pemimpin rakyat, pemimpin kita semua. Karenanya, sejak awal ‘set up’-nya harus benar. Mindset kita haruslah tetap ‘Semua Untuk Semua’ , atau ‘All For All’. Calon pemimpin yang cara berpikir dan tekadnya adalah untuk menjadi pemimpin bagi semua, kalau terplih kelak akan menjadi pemimpin yang kokoh dan insyaallah akan berhasil,” tulis SBY.

“Sebaliknya, pemimpin yang mengedepankan identitas atau gemar menghadapkan identitas yang satu dengan yang lain, atau yang menarik garis tebal ‘kawan dan lawan’ untuk rakyatnya sendiri, hampir pasti akan menjadi pemimpin yang rapuh. Bahkan sejak awal sebenarnya dia tidak memenuhi syarat sebagai pemimpin bangsa. Saya sangat yakin, paling tidak berharap, tidak ada pemikiran seperti itu (sekecil apapun) pada diri Pak Jokowi dan Pak Prabowo,” tambahnya. (aw/detik).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*