Sumber: nu.or.id

Jakarta, Liputanislam.com– Wakil Sekretaris Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Wasek PBNU), KH Masduki Baidlowi mengatakan bahwa tradisi keilmuan lama dan modern harus saling berkesinambungan. Sebab, tidak ada lembaga pendidikan terbaik dunia yang tidak ketersambungan sanad keilmuan dengan dengan tradisi masa lalu.

“Awal mula perguruan tinggi yang berkualitas biasanya diawali oleh basis keagamaan di masa lampau. Misalnya Cambridge, awal mulanya adalah sebuah gereja. Tradisi kekayaan pengetahuan di dalam gereja itulah yang dikembangkan hingga berubah menjadi kampus sekelas Cambidge,” katanya di Jakarta, pada Jumat (14/9).

Namun Kiai Masduki mengakui bahwa ketersambungan itu tak terjadi di Indonesia. Salah satunya disebabkan oleh minimnya program afirmasi dari pemerintah terhadap pondok pesantren. Oleh karena itu, ia mengapresiasi kemajuan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren yang diharapkan menjadi jembatan untuk tradisi keilmuan di Indonesia.

“Kalau di sini, antara basis keilmuan lama dan baru kan terputus. Maka RUU ini adalah penyambung yang baik kalau negara betul-betul memberikan pemihakan yang total untuk itu,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengingatkan agar RUU Pesantren tersebut tidak menafikan tradisi pesantren. “Afirmasi kebijakan pesantren tidak boleh menghilangkan apa yang disebut Gus Dur sebagai ‘subkutur’ yang ada dalam pesantren yang positif. Karena itu adalah local wisdom yang menjadi modal dasar bagi terbangunnya akhlaq dan ilmu pengetahuan,” ungkapnya. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*