kompas.com

kompas.com

Gili Trawangan, LiputanIslam.com – Warung nasi sederhana yang terletak di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat ini ternyata bukan sekedar dikenal oleh penduduk dan turis lokal bahkan juga sudah dikenal oleh turis mancanegara yang pernah mengunjunginya.

Warung ini dikenal dengan nama warung Ibu Dewi. Selain letaknya yang strategis berada di dapan pasar, juga terletak di pulau wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan saat berkunjung ke NTB. Pasalnya warung ini dikenal baik oleh warga lokal maupun turis asing adalah karena panganan yang dijajakan berupa makanan tradisional seperti yang diberitakan kompas.com (15/12/14).

Warung ini menjadi pilihan selain karena masakan tradisionalnya juga karena harganya yang terjangaku. Apalagi kompetitor yang berada di sekeliling rumah makan ini adalah cafe-cafe yang bertarif internasional. Namun, terbukti warung ibu Dewi menjadi pilihan dan mampu bersaing dengan cafe-cafe tersebut bukan hanya di hati penduduk lokal juga di kantong para turis asing.

kompascom

kompascom

Menu spesial yang disajikan di warung ini adalah Nasi Rawon. “Ini favorit di warung sini. Nasi Rawon Lombok,” tutur Ibu Dewi kepada reporter.

Rawon Ibu Dewi tak berbeda dengan Rawon yang ada di tanah Jawa. Perbedaan minor hanya terletak pada tidak disajikannya tauge. Kuah hitam dari kluwek dipadu padankan dengan kaldu sapi yang begitu menggoda lidah. Belum lagi ditambah dengan kenyalnya dengkul sapi nan kaya lemak. Satu porsi nasi rawon Ibu dewi bisa ditukar dengan lembaran Rp 30 ribu.

Selain sajian nasi rawon, masakan Ibu Dewi yang cukup menjadi favorit antara lain menu gurita dan sayur beberok yang berupa kacang merah dan kacang panjang. Ada juga ayam taliwang dan pelecing kangkung yang sudah menjadi ikon Lombok. Sayangnya rasa pedasnya sudah dikurangi derajatnya demi menyesuaikan dengan lidah para bule yang tak tahan dengan rasa pedas yang nendang.

Warungnya yang terkenal ini tidak dibangun sekejap mata, Ibu Dewi berjuang setelah suaminya meninggalkannya beserta dua jabang bayi. Ibu Dewi bahkan memulai berjualan di pinggir pantai hanya dengan alas meja kecil.

Setelah bertahun-tahun dibangun, kini tak jarang pejabat bahkan artis ibukota tak pernah melewatkan untuk menyantap hidangan khas Ibu Dewi yang warungnya berada tak jauh dari Kantor Kepala Dusun Gili Trawangan. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*