Sumber: batam.tribunnews.com

Sukabumi, LiputanIslam.com– Warga Kampung Cinangreup, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi melakukan tradisi unik ketika hujan deras. Seorang warga bernama Hanuman (48 tahun) yang mengumandakan adzan diteras rumahnya mengatakan bahwa sudah menjadi tradisi kalau di daerahnya tersebut mengumangkan adzan ketika hujan deras disertai angin dan petir melanda.

“Masyarakat meyakini dengan mengumandangkan adzan, hujan lebat disertai angin kencang dan petir bisa berhenti. Adzan dikumandangkan ketika hujan yang turun tidak seperi hujan biasanya,” ucapnya di Sukabumi, Jawa Barat, seperti dilansir sukabumiupdate.com, pada Kamis (28/3).

“Hanya di saat hujan turun yang kita lihat tidak biasa saja baru mengumandangkan Adzan, kalau hujannya masih terlihat normal. Ya, dibiarkan saja,” ungkapnya.

Sementara Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, Ahmad Komarudin menuturkan, terdapat dalil serta hadist dalam Alquran tentang mengumandangkan adzan saat hujan disertai angin serta petir. Menurutnya, dengan mengumandangkan adzan saat hujan bisa mencegah malapetaka.

“Salah satu hikmatnya adzan di waktu hujan lebat yang disertai angin dan petir bisa mencegah dari malapetaka. Dan itu ada dalilnya,” terangnya. (aw/sukabumiupdate).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*