Sumber: nu.or.id

Madura, LiputanIslam.com– Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) H Syaifullah Yusuf menyatakan bahwa tradisi tahlilan merupakan cerminan Pancasila. Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri peringatan haul ke-39 pendiri Pondok Pesantren Asshomadiyah, almaghfurllah KH Makky Syarbini di Pondok Pesantren Asshomadiyah, Burneh, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, seperti dilansir nu.or.id, pada Rabu (26/7).

“Bacaan tahlil wujud sila pertama. peserta tahlil tidak ada batasan, siapa saja boleh ikut, wujud sila kedua. Semua pserta tahlil dan kiainya duduk bersila bersama wujud sila ketiga. Para kiai saling berdiskusidan mempersilahkan yang lain  untuk memimpin tahlil dan doa wujud sila ke empat. Dan semua peserta tahlil dapat makanan dan berkat adalah perwujudan sila kelima.” Tuturnya.

Acara haul tersebut di isi dengan kegiatan Pagelaran Seni Budaya Islam se Jawa Timur dalam tajuk “Bangkalan Bershalawat” oleh Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari) NU se-Jawa Timur.  Puluhan group Ishari hadir dari berbagai daerah di Jawa Timur melantunkan shalawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW diiringi dengan rebana. Pagelaran Ishari semalam suntuk, mulai usai pengajian hingga waktu subuh.

Selain wagub Syaifullah Yusuf, haul juga dihadiri Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Hery Sudharmanto, beberapa pejabat pemerintahan, dan tentunya ribuan masyarakat Jawa Timur. (Ar/NU Online)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL