Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini kembali menegaskan komitmen dan kesetiaan NU pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pernyataan itu disampaikan Helmy usai mengahadiri Forum Silaturrahmi Kebangsaan bersama tokoh lintas Agama dengan presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Selasa (17/5).

PBNU menyampaikan sejumlah pernyataan dan imbauan untuk seluruh bangsa Indonesia, sebagai berikut:

  1. PBNU menegaskan kembali komitmen setia mengawal Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
  2. PBNU mengajak semua pihak untuk menahan diri agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang menginginkan perpecahbelahan bangsa. Perbedaan harus bisa kita jadikan sebagai khazanah yang justru memperkokoh tali ukhuwah, bukan malah memecah belah. Ukhuwah wathoniyah (persudaraan sebangsa) harus tetap dijaga sebagai elemen pemersatu bangsa.
  3. Hentikan pertentangan yang berlarut-larut dan berkepanjangan. Sebagai Negara hukum kita harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan, apa pun keputusannya.
  4. PBNU secara proaktif akan membangun halaqah kebangsaan dengan pelbagai elemen bangsa. Salah satunya dalam waktu dekat halaqah kebangsaan bersama PP Muhammadiyah.
  5. PBNU secara khusus mengajak kepada warga NU untuk membaca Doa Qunut Nazilah, memperbanyak dzikrullah dan Sholawat Nabi sebagai bagian dari ikhtiar doa bagi terciptanya suatu tatanan masyarakat Indonesia yang damai, aman, dan tenteram.

Helmy juga berharap, bahwa dinamika yang terjadi menjadi bagian dari proses pematangan dalam berdemokrasi. Yakni, suatu perubahan yang diharapkan pada akhirnya akan memperkokoh rasa kebangsaan sebagai modal dalam upaya mensejahterakan masyarakat menuju masyarakat yang berkeadilan.

Sementara saat membuka acara Silaturrahmi Kebangsaan itu, Presiden menyampaikan situasi dan kondisi kekinian yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. Ia  mengajak seluruh tokoh lintas agama yang hadir untuk bersama-sama mendinginkan suasana melalui forum-forum di lingkup agama masing-masing.

Dalam pertemuan itu, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Adapun tokoh lintas agama yang hadir di antaranya Ketua Umum MUI Pusat KH. Ma’ruf Amin, Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Ketua Persekutuan Gereja Indonesia Hanriette Hutabarat, Ketua Perwakilan Umat Budha Hartati Murdaya, Kutua Umum Perisada Hindu Dharma Indonesia Wisnu Bawa Tanaya, dan Ketua Majlis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia Uung Sandana Linggraja. (Ar/Kompas/Liputan6/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL